Personal tools
Log in
Personal tools
Log in
Recently visited
You are here: Home Magazines Indonesia 9 - Pertanian Ekologis

9 - Pertanian Ekologis

(In Indonesian) Ecological Agriculture. In many countries ecological agriculture is often used for farming system including organic farming, biodynamic agriculture etc. Ecological agriculture based on sustainable agriculture and natural resources management system that symultaneously enhance the productivity, ecosystem and biodiversity services.

Actually this terms has common ideas with LEISA who is trying to introduce this concept and contribute to the development to the people in Indonesia.

Table of contents:

  • 1 - 1
  • 2 - 3
  • 4 - 5
    Apa itu Pertanian Ekologis (ecoagriculture)? Tidak ada yang baru. Di banyak negara ungkapan ini sering digunakan untuk sistem-sistem pertanian termasuk pertanian organik, pertanian biodinamis, permakultur, dll. Sebenarnya istilah tersebut memiliki kesamaan dengan ide-ide dasar LEISA. Walaupun begitu, cara “orang-orang pertanian ekologis” yang mencoba memperkenalkan konsep ini cukuplah menarik, dan memberikan kontribusi pada perkembangan konsep LEISA lebih lanjut. Links: - Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) - Indonesian Intellectual Property Society (IIPS)
  • 6 - 7
  • 8 - 9
    Konsep pertanian organik menempatkan lahan sebagai bagian dari ekosistem pertanian dan praktek pengelolaan lahan diupayakan dengan tetap menjaga keselarasan kehidupan alami ekosistem. Praktek pertanian organik belumlah cukup bila sekadar mengganti pupuk atau pestisida sintetis dengan pestisida organik alami. Lalu bagaimana sebenarnya menerapkan pertanian organik yang sesungguhnya?
  • 10 - 11
    Selama bertahun-tahun, menanam sayuran di sekitar (hutan) Cagar Alam Gunung Tilu sudah menjadi hal yang biasa ditemui. Pada tahun 2003 pemerintah melaksanakan pelarangan penanamam sayur-mayur di area hutan tersebut karena dianggap sebagai penyebab kerusakan hutan yang menjadi sumber air minum utama. Akibatnya lebih dari 5000 orang kehilangan mata pencahariannya, dan mereka beserta keluarganya mengalami krisis serius! Lalu bagaimana para petani memperjuangkan sumber penghidupannya ini dan strategi apa yang dilakukannya?
  • 12 - 13
    \"Saya tidak menyadari bahwa gerakan revolusi hijau dengan pemakaian pupuk kimia besar-besaran berdampak pada kerusakan tanah dan kesehatan manusia. Perasaan bersalah karena ikut mensosialisasikan pupuk kimia, saya tebus dengan mengajak beberapa petani untuk kembali membudidayakan pertanian yang lebih berkelanjutan\". Usaha selama tak kurang dari 20 tahun itu mengantarkan Herry Gunawan, seorang petani di lereng Gunung Semeru, meraih penghargaan Kalpataru karena perhatiannya yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan.
  • 14 - 16
    Di Jawa, burung hantu disebut dengan serak karena teriakannya bernada serak. Suara burung hantu ini bagi masyarakat petani di Desa Pucangan sudah tidak asing lagi. bahkan kalau mendengar suaranya, mereka bertambah senang karena artinya burung hantu yang mereka lestarikan sedang mencari mangsa. Mengapa para petani ini senang?
  • 17 - 19
    Setelah sekitar dua puluh tahun menetap di Kalimantan, Pastor Agatho diminta juga untuk menangani \"proyek\" pertanian. Ia bukanlah seorang yang ahli dalam bidang pertanian, namun selalu terdorong untuk mempelajarinya. Sampai akhirnya ia membaca buku \"One-Straw Revolution\" yang ditulis oleh Masanobu Fukuoka, yang menyiratkan bahwa \"Alam adalah guru pertanian dan lingkungan yang paling pandai. Dari situ ia berpikir pertanian alamiah (organik) barangkali cocok untuk Indonesia. Dengan usahanya yang tekun, kini yayasan Bina Sarana Bakti yang dikelolanya sudah mampu menjadi produsen sayur-sayuran organik serta telah memiliki cara pemasaran dan pasar tersendiri.
  • 20 - 21
    Sebenarnya pertanian ekologis bukanlah hal baru dalam pertanian kita. Nenek moyang kita sudah melakukan sistem pertanian ekologis. Masyarakat di pedesaan, seperti suku Dayak di Meratus dan suku Baduy Dalam, hingga kini masih melakukan praktek pertanian ekologis. Kembali ke pertanian organik yang berorientasi ekologis tentu ada keuntungan dan kendalanya yang akan dihadapi oleh petani. Apa saja keuntungan dan kendala pertanian ekologis?
  • 22 - 24
    Ada anggapan bahwa pertanian organik telah ditinggalkan, karena dianggap tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia? Apakah pilihan pertanian organik merupakan suatu kemunduran belaka? Pertanyaan-pertanyaan ini perlu mendapatkan jawaban, agar petani dapat memahami, mengapa pertanian organik menjadi penting untuk dilakukan. Untuk menjawabnya, Yayasan FIELD Indonesia bekerja sama dengan Ikatan Petani Pengendalian Hama Terpadu (IPPHTI) melaksanakan Program Pengembangan Pertanian Organik oleh Petani. Program ini dilaksanakan di 2 kabupaten di Provinsi Lampung.
  • 25 - 25
    Apa itu permakultur? Pendekatan alternatif ini, bagi orang Sunda dikenal sebagai Kebon Talun. Sistem ini, menggunakan campuran spesies tanaman dan lapisan aktivitas biologis yang mirip hutan. Melalui integrasi komponen ekologis dalam sistem ini, kesejahteraan petani bisa terpelihara.
  • 26 - 27
    Sekelompok petani muda yang tergabung dalam Kelompok Tani Muda (KTM), Desa Sajen, Kec. Pacet, Mojokerto, Jawa Timur mengembangkan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan menerapkan pendekatan nilai-nilai ekologis guna mengembalikan kualitas alam, terutama lingkungan pertanian. Mereka mengembangkan program peng-gadhuh-an ternak kambing. Menariknya, setiap penggadhuh harus menempatkan kandang kambing di lahan pertanian. Banyak manfaat yang dapat diambil dari program gadhuh kambing ini.
  • 28 - 29
    Di daerah dataran tinggi di Sumatera kebanyakan masyarakat di perkampungan bertani tanaman keras dengan cara yang amat tradisional. Para petani di sana biasanya menanam pohon durian, duku, kemiri, aren (secara alami atau tumbuh sendiri: dibiakkan oleh hewan liar seperti musang), pinang, pisang, asam gelugur, manggis, dll. Pola bertani secara tradisional tersebut sesungguhnya sangat bersahabat dengan alam. Tapi jika hanya arif bagi alam dan lingkungan, bagaimana dengan kebutuhan pangan masyarakatnya? Untuk itulah BITRA Indonesia bersama petani mengembangkan kebun rakyat dengan pola polikultur.
  • 30 - 31
    People Caravan (PC) 2004 for Food Sovereignty atau Gerakan Masyarakat untuk Kedaulatan Pangan adalah kegiatan advokasi yang langsung dilakukan oleh masyarakat akar rumput. Mengingat kedaulatan pangan adalah hak dasar bagi masyarakat untuk menentukan dan mengakses makanannya, maka PC 2004 memfokuskan pada hak buruh tani, petani kecil, nelayan, perempuan, masyarakat adat dan kelompok lainnya untuk dapat mengakses dan mengontrol lahan serta sumber-sumber produktif lainnya.
  • 32 - 32
    People Caravan 2004 tingkat regional telah berjalan di 13 negara Asia. Puncak acaranya dilaksanakan di Kathmandu, Nepal. Indonesia yang diwakili oleh 3 orang petani dan 2 wakil LSM ikut berpartisipasi dalam acara ini. Selain itu, selama tiga hari tim Indonesia berkunjung ke desa-desa sekitar Lembah Kathmandu untuk melakukan berbagai kegiatan bersama dengan kelompok tani dan perempuan di wilayah tersebut.
  • 33 - 33
    Tanaman tok kayu bentasu sudah dikenal di Kab. Mamasa, Sulawesi Barat sejak tahun 1950 sebagai tanaman yang dapat tumbuh di mana-mana. Kerbau dan anoa paling suka makan buahnya. Tanaman ini sangat baik sebagai pelindung tanaman kopi dan cokelat. Di hamparan Desa Riwo, Kec. Woja, Kab Dompu hama tikus selau merajalela. Selama 2 musim berturut-turut petani tidak panen akibat keganasan hama ini. Berkat jerih payah Pak Mochtar, seorang petani di sana, hama tikus dapat dikendalikan dengan kalikuma.
  • 34 - 34
    Saat matahari mulai menyinari bumi, Pak Parto memulai rutinitasnya. Sebelum ke sawah disempatkannya mengaduk campuran pupuknya yang terbuat dari kotoran sapi dan air dalam sebuah drum bekas di belakang kandang sapi. Lalu sambil membawa cangkul dan sabit dipanggulnya pula dua keranjang pupuk kotoran sapi siap pakai tersebut beserta serumpun daun gamal dan pahitan yang tumbuh di pekarangan. Saat ditanya kapan pembibitan akan dilakukan, dijawabnya dengan mantap bahwa hari baik untuk pembibitan adalah kamis pon.
  • 35 - 35
    Dokumen Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) IBSAP merupakan dokumen yang disusun dalam kerangka komitmen pada Konvensi PBB mengenai keanekaragaman hayati, yang telah diratifikasi Indonesia melalui undang-undang No. 5/1994. Dokumen tersebut dimaksudkan menjadi panduan bagi pengelolaan keanekaragaman hayati secara lestari.
  • 36 - 36
    \"Kami puas dengan hasil panen kelompok kami tahun ini, karena dari satu hektar lahan dapat menghasilkan gabah mendekati 10 ton. Hasil panen ini merupakan yang terbaik selama kami mengelola sawah ini\". Demikian diungkapkan oleh Mateus Ban, seorang petani yang turut dalam SL-PTT. Dalam program tersebut, dengan perlakuan SRI dihasilkan gabah panen 8,8 ton; Perlakuan bokasi 9,8 ton; dan Perlakuan kimia sintetis 7,8 ton.
Document Actions