Personal tools
Log in
Personal tools
Log in
Recently visited
You are here: Home Magazines Indonesia 8 - Pascapanen

8 - Pascapanen

Even after the harvesting time, the work of the family farmer does not abate. There are post-harvest processes waiting for them including the marketing and use of the products for their own purposes.

Post-harvest processes have a big impact on the quality of the final product which is highly dependent on the famers and agricultural techniques.  Proper handling on postharvest product will produce a great value that will lead to the benefit of the farmers and even the much needed markets. the attention of Indonesian farmers towards the development of postharvest activities often only focuses on product processing to add value.

In fact, there other factors that also play important role such as labor and investment for processing the products. Salam on this edition will review the various options of  postharvest interest to farmers and markets.

Table of contents:

  • 1 - 1
  • 2 - 3
  • 4 - 5
    Kerja keluarga petani belumlah selesai pada saat panen, melainkan berlanjut hingga proses hasil panen dan memasarkan atau menggunakannya untuk keperluan sendiri. Sering, pemahaman “pascapanen” menjadi sama dengan pengolahan hasil pertanian untuk dijual. Padahal, di samping pengolahan, masih ada pilihan yang lain. Pengolahan tidak secara otomatis akan memberikan nilai tambah. Links: - Balai Besar Pascapanen Pertanian (BB-Pascapanen Pertanian) - Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP)
  • 6 - 7
  • 8 - 9
    Perhatian petani Indonesia terhadap pengembangan kegiatan pascapanen seringkali hanya berfokus pada pengolahan produk untuk menambah nilai. Faktor-faktor penting, seperti kebutuhan tenaga kerja dan investasi untuk pengolahan begitu juga risiko, seringkali dilupakan. Ada beberapa pilihan untuk pascapanen produk-produk pertanian oleh petani.
  • 10 - 11
    Setelah panen, hal pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan jagung menjadi satu tumpukan. Kemudian dari tumpukan tersebut, diangkat dan dipindahkan ke rumah bulat menggunakan suatu wadah sejenis keranjang (kapisak, dalam bahasa Dawan). Setelah semua jagung dipindahkan, langkah selanjutnya adalah melakukan seleksi, dan seterusnya. Itulah pengalaman Pak Banani, seorang petani di Kupang, dalam usahanya mempertahankan kualitas panenan jagungnya.
  • 12 - 14
    Biasanya buah-buahan memiliki sifat antara lain mudah rusak dan voluminous. Buah-buahan yang bersifat tidak tahan lama memerlukan pemasaran yang cepat, agar produk tidak mengalami penyusutan yang menyebabkan penurunan harga karena adanya penurunan kualitas. Banyak petani yang telah melakukan pengolahan terhadap hasil panenannya untuk dijual. Seperti yang dilakukan oleh Made Suryana yang mencoba membuat kopi rasa stroberi sejak 6 bulan yang lalu.
  • 15 - 15
    Pelatihan pascapanen panili yang diselenggarakan oleh Promis-NT dan BPMD Kab. Ende di Ende, NTT, beberapa waktu lalu telah memberikan manfaat bagi kami, anggota Kelompok Tani Kema Sama. Untuk itu, kami juga ingin membagi pengalaman ini kepada pembaca. Adapun tahapan-tahapan pengeringan buah panili ini adalah mempersiapkan bahan dan alat, dilanjutkan dengan proses penyortiran, perebusan, fermentasi, penjemuran hingga pengepakan.
  • 16 - 17
    Buah kakao siap dipanen apabila buahnya memenuhi ketentuan masak yang baik, yaitu tepat waktu dan bermutu. Saat memetik, tempat tangkai buah atau bantalan bunga pada batang tidak boleh rusak. Bila rusak, pembuahan pada tahun berikutnya akan terhenti. Turunnya mutu biji kakao milik masyarakat (petani) biasanya disebabkan oleh beberapa faktor. Apa yang perlu dilakukan agar kualitas biji kakao tetap baik dan harganya lebih baik, sehingga petani untung?
  • 18 - 19
    Potensi pengembangan lidah buaya di lahan gambut sangat menjanjikan. Lidah buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan secara komersial, karena tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai obat, bahan baku industri kosmetika, farmasi, makanan dan minuman kesehatan. Produksinya dapat mencapai rata-rata 6-7 ton per hektar tiap kali panen atau 24-30 ton/ha per tahun. Harga daun lidah buaya segar di tingkat petani mencapai Rp. 800-1.500 per kg, sedangkan harga minuman segar dalam kawasan Siantan (Pontianak Utara) adalah Rp. 1.000 per gelas (220 ml).
  • 20 - 21
    Berangkat dari ketekunannya, Pak Ngatno mencari sisa-sisa umbi garut mulai dari lahannya sendiri sampai ke tegalan tetangga untuk kemudian ditanam di tegalannya yang seluas 0,35 ha. Panen pertama dinikmatinya pada tahun 2002. Hasil panennya ia olah menjadi emping dan pati garut, lalu dijual ke pasar kota kecamatan. Hasilnya, laku keras!
  • 22 - 23
    Di daerah Lio, lewa dibangun di atas tiang dengan tinggi tiang kurang lebih 1,25 meter dari permukaan tanah dengan empat tiang seperti rumah kolong. Pembuatan lewa sangat sederhana dengan menggunakan bahan-bahan lokal yang ada seperti bambu, kayu, tali ijuk dan alang-alang atau ijuk untuk atap. pembangunan lewa yang tepat bagi petani adalah menjelang padi mulai berbulir karena saat ini petani dapat memperkirakan jumlah hasil yang akan diperolehnya. Dan pada saat panen tiba, lewa pun sudah siap untuk dimanfaatkan.
  • 24 - 25
    Salah satu permasalahan yang seolah menjadi “persoalan abadi” pascapanen hasil pertanian adalah pemasaran. Pada saat inilah kelangsungan proses bertani dipertaruhkan. Jika pemasaran berhasil maka selamatlah keberlanjutan usaha tani, namun jika gagal maka kiamat-lah yang akan dihadapi petani. Berangkat dari kenyataan ini, Jaringan Petani Lereng Semeru (JPLS) bersama YPKGM-Lumajang mengembangkan suatu format untuk memasarkan produk hasil pertanian, terutama yang telah menjadi produk olahan.
  • 26 - 28
    Rasanya yang manis, kelat (antara asam dan manis), asam dan legit membuatnya berbeda dengan salak pondoh dan jenis lain. Buah salak sidimpuan dapat dipanen sepanjang tahun. Namun, sejak tahun 2003 telah terjadi perubahan waktu panen raya. Hal ini disebabkan oleh perubahan iklim akibat kerusakan hutan. Bagaimana cara petani di Tapanuli Selatan menangani salak ini?
  • 29 - 29
    Tepung ubi jalar dapat digunakan sebagai bahan dalam pembuatan berbagai jenis kue, baik sebagai bahan campuran maupun sebagai bahan utama tanpa dicampur. Lagi pula, "cake" dari ubi jalar dapat diterima konsumen (rasanya disukai, warnanya cukup menarik) dan dapat menghemat penggunaan gula pasir sebesar 20%. Pengembangan agro-industri pengolahan ubi jalar selain dapat mendorong penganekaragaman pangan, meningkatkan nilai tambah ubi jalar, juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
  • 30 - 31
    Cabai merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang cukup menjanjikan. Saat langka harganya bisa membummbung tinggi. Namun, kadangkala dapat membuat para petani susah karena \"ingkar janji\", di mana pada saat produksi melimpah, harganya bisa jadi merosot tajam. Selain itu, cabai merah merupakan salah satu tanaman hortikultura yang mudah mengalami kerusakan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan pascapanennya.
  • 32 - 32
    Tapioka dapat diolah menjadi berbagai produk makanan. Tapioka yang tahan disimpan selama 2 tahun dalam kantong terigu bisa menjadi cadangan pangan potensial, terutama di daerah yang sering mengalami rawan pangan. Tepung dari ubi kayu ini bisa menjadi produk industri rumah tangga. Bagaimana cara mengolah ubi kayu menjadi tapioka?
  • 33 - 33
    Seperti masyarakat di sekitar hutan lainnya, penduduk asli Papua menghargai hutan untuk kepentingan bertani serta pemanfaatan secara luas sebagai produk obat tradisional, kesehatan, tempat berburu dan memancing. Berburu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Mereka juga memasang banyak perangkap dan tersebar di berbagai lokasi strategis. Dalam menangani hasil buruan, masyarakat ini punya cara unik.
  • 34 - 34
    Produk utama dari tanaman jambu mete adalah gelondong, kacang mete dan produk lainnya seperti kulit mete. Buah semu mete hingga kini belum banyak yang memanfaatkannya. Kebanyakan orang hanya terfokus pada pengolahan biji metenya saja. Salah satu produk olahan buah semu mete adalah sirup mete dan abon mete.
  • 35 - 35
    Uji Cepat Sianida pada Umbi dan Tepung Ubi Kayu Oleh A. Hidayat, D.S. Damardjati. Berisikan metode cepat analisis tiga bentuk senyawa sianogen pada beberapa bahan pangan. Cocok digunakan di lapangan karena relatif lebih praktis, sederhana, murah dan mudah dilakukan. Saos Pepaya Oleh Tri Margono. Buku ini mengulas tentang tanaman pepaya, seluk beluk pembuatan saos pepaya serta analisis ekonomi usahanya.
  • 36 - 36
    Pada tanggal 24-28 Agustus 2004 bertempat di Lapangan Umum Kota Mataram (Taman Sangkareang), Lombok, NTB, diselenggarakan acara “Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional VI”. Masing-masing peserta menampilkan berbagai teknologi yang sedang atau telah dikembangkan di daerahnya masing-masing baik yang diciptakan oleh lembaga penelitian formal atau yang dibuat oleh para petani yang ada di desanya.
Document Actions