7 - Pemuda dan Pertanian
(In Indonesian) Youth and Agriculture. This edition raises the issue of the role of youth as members of the family and society as well as an individual in terms of the future of agriculture.
Every generation of new farmers are faced with the challenge of how to live from the resources that are available to them. The soil and water that we use today are not ours but entrusted to future generations. It is clear that in some parts of our world, the capacity of agriculture to provide livelihoods for future generations is declining.
Table of contents:
-
1 - 1
-
2 - 3
-
4 - 5Setiap generasi petani baru dihadapkan pada tantangan bagaimana hidup dari sumber daya yang tersedia untuk mereka. Sudah jelas bahwa di bagian dunia kita, kapasitas pertanian untuk memberikan nafkah pada generasi baru di daerah pedesaan sedang menurun. Di terbitan SALAM kali ini kita akan membahas peran generasi muda sebagai anggota keluarga dan masyarakat, serta sebagai individu yang peluangnya tergantung pada keputusan kita bersama mengenai pentingnya dan penghargaan yang kita berikan pada produksi pertanian di masa depan. Links: - USC Satunama - ELSPPAT
-
6 - 7
-
8 - 9written by Meryana M. DokoLatar belakang kehidupan keluarganya sebagai petani memberikan pelajaran yang sangat berarti bagi Yohanis Henukh atau Om Nani, begitu biasanya disapa oleh rekan-rekannya sesama petani. Rupanya pengalaman yang diperoleh dari kedua orang tuanya itu menjadi inspirasi bagi putra Rote ini ketika mengurus kehidupan rumah tangganya, termasuk cara mendidik generasi penerus (anak-anaknya). Om Nani menuturkan bahwa memperkenalkan kepada anak sejak usia lima tahun tentang usaha bertani merupakan cara yang paling tepat agar kelak mereka menjadi pewaris pertanian yang bertanggung jawab.
-
10 - 12written by Mimin Dwi HartonoTerlalu banyaknya tangan pemerintah yang masuk menyebabkan tidak optimalnya pengelolaan kawasan Gunung Merapi karena masing-masing menggunakan pendekatan dan kepentingan sektor atau instansinya. Batas politis dan administratif masih menjadi pegangan pengelola tanpa melihat konteks ekosistem yang utuh. Adanya konflik kebijakan antarinstansi dan sempitnya ruang partisipasi masyarakat dalam mengelola kawasan tersebut menimbulkan konflik yang mencapai puncaknya ketika muncul kebijakan menjadikan merapi sebagai taman nasional. Bagaimana komunitas pemuda di sekitar kawasan tersebut menanggapinya?
-
13 - 13written by MarsidMarsid, adalah pemuda dari Desa Tulungrejo Kec. Pasrujambe, Lumajang, yang merasakan bahwa pemuda belum dilibatkan secara maskimal dalam membuat kebijakan di tingkat dusun/desa. Sehingga kebijakan desa yang diambil oleh para orang-orang tua itu pun dirasa kurang memperhatikan potensi besar pemuda yang perlu perhatian untuk diarahkan dan dikembangkan. Sekembalinya dari Surabaya, Marsid bersama beberapa pemuda/pemudi di dusunnya membentuk OKPM untuk mempersatukan pemuda di tingkat dusun agar dapat berperan lebih banyak di masyarakat. Apa yang kemudian dikerjakan Marsid bersama OKPM untuk membangun desanya?
-
14 - 16written by Albert SogenPepatah lama “bersusah-susah dahulu bersenang–senang kemudian”, nampaknya menjadi pepatah yang cocok untuk SKM PK-Winiliin. Dengan jumlah siswa sebanyak 33 orang saja lembaga pendidikan ini terus berjuang. Sampai dengan bulan Mei 2004, jumlah siswa yang masih bertahan menjadi 23 orang. Dengan segala keterbatasan fasilitas gedung, angkatan pertama lembaga pendidikan ini menggunakan aula pertemuan YLPM Bangwita sebagai ruangan kelas. Sedangkan tempat prakteknya seluas 3 ha terdiri dari lahan sawah, lahan kering, lahan tambak dan lahan ternak.
-
17 - 17written by D.A. KatiandaghoBaruppu’ adalah suatu lembang/desa yang berada di Kab. Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang terletak pada ketinggian 1500-1600 mdpl dengan suhu 16-18 derajat C dan curah hujan yang cukup tinggi. Dengan kondisi alam tersebut maka masyarakat setempat yang kebanyakan petani, dalam kesehariannya selain menggunakan pakaian yang dikenakan sehari-hari, terasa tidaklah lengkap bila tidak mengenakan sarung (dodo) atau sarung panjang (dodo lando). Pemakaian sarung/sarung panjang ini adalah baik dan menolong bila digunakan pada saat dan kondisi yang tepat.
-
18 - 20written by Iwan SyahwantoApabila suatu saat anda berkunjung ke Kec. Sedayu, Bantul, Yogyakarta dan singgah ke SD Sungapan 1 dan SD Dingikan 2, jangan kaget kalau pada hari-hari tertentu, misalnya Sabtu, melihat murid-murid di sana sedang sibuk mencangkul, menanam pohon, menanam umbi-umbian dan bahkan berdiskusi sesama teman. Mereka membicarakan berbagai tanaman dan hewan yang mereka temukan di sekitar rumah dan sekolah. Anda pun pasti terpana melihat bagaimana murid-murid SD di sana bisa menjelaskan tentang aneka tanaman umbi-umbian layaknya seorang guru.
-
21 - 21written by Alo TalanPak Tinus mengatakan bahwa sampai saat ini masih banyak sekolah yang belum memikirkan pertanian berkelanjutan sebagai mata pelajaran dalam bentuk muatan lokal untuk memandirikan siswa. Kalaupun ada pelajaran muatan lokal, masih lebih memilih pendidikan bahasa Inggris di SD serta komputer di SLTP. Muatan lokal di bidang pertanian belum banyak disentuh atau kalaupun ada sekolah-sekolah di pedesaan yang tertarik, masih kurang guru yang siap mengajar dengan metode dan teknik yang baik.
-
22 - 22written by Hanny L. van de LandeKarena mahalnya sayuran, setiap anggota keluarga di banyak keluarga miskin di Suriname mendapatkan bagian sayuran yang sedikit, terutama dalam keluarga besar. Pada Agustus 2002, suatu proyek rintisan dilakukan guna meningkatkan kessadaran anak-anak atas tumbuhan liar sebagai sumber pangan yang bergizi. Materinya dibuat oleh dosen, mahasiswa, sekolah guru serta seorang penyuluh pertanian.
-
23 - 23written by Roberta WilliamsSektor pariwisata mendatangkan lebih dari 6 persen pendapatan devisa di Antigua-Barbuda dan mampu mendorong kegiatan di sektor-sektor lain, termasuk sektor pertanian. Hal ini mendorong GARDC untuk mengembangkan hubungan agrowisata dan membentuk hubungan kemitraan dengan pemerintah dan organisasi negara Amerika, untuk melatih pengusaha swasta tani muda agar dapat mengembangkan dan mempertahankan akses pada pasar-pasar di sektor pariwisata.
-
24 - 25written by Nanang AnantoJeremias yang sejak tadi mengikuti kakaknya mengais-kais ubi tahu betul bahwa mereka hanya akan mengambil secukupnya untuk kebutuhan sore nanti dan esok pagi. Sedangkan yang lain dibiarkan tersimpan di tempat tumbuhnya dan masih menempel pada akar di dalam tanah. Dari hari ke hari, dari satu ladang ke ladang lain, dia mengambil ubi lagi, sementara orang tuanya menanam di berbagai tempat dengan waktu yang berlainan. Dengan cara tanam bergilir, Jeremias tak akan kehabisan persediaan, dan dia bisa mengambil kapanpun dia membutuhkan.
-
26 - 28written by Riniaty Liku BulawanRini sangat cemas dan khawatir tentang masa depan generasi muda dan lenyapnya keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh petani sekarang karena tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pewarisan pengetahuan pertanian berkurang. Generasi muda lebih memilih untuk merantau dibandingkan dengan mengembangkan pertaniannya sendiri. Ada beberapa alasan untuk merantau. Tetapi ada beberapa alasan juga untuk tidak perlu merantau.
-
29 - 29written by Pdt. Sensus TamangkoaKonon, pengetahuan bisa didapat di mana saja, tak harus dari pendidikan formal. Tapi kenyataannya tidak demikian, bila tidak mendapatkan pengetahuan dari suatu proses pendidikan formal, maka seseorang dianggap tidak berpendidikan. Saat ini, di negara kita, “berpendidikan” adalah klaim yang hanya dimiliki oleh individu yang sempat mengenyam pendidikan formal. Dan kebutuhan pendidikan formal bagi anak-anak jugalah yang mendorong masyarakat Desa Talambai (desa terpencil di Kab. Mamasa, Sulawesi Barat) bersama Yayasan Mesa Kappa\' untuk membuka kembali SD Talambai yang dulu telah ditutup. Uniknya, para muridnya juga diberikan muatan lokal tentang pertanian berkelanjutan.
-
30 - 31written by Peni Agustiyanto , Rik ThijssenDi perbatasan negara, selalu ada petugas yang memeriksa barang bawaan (seperti tanaman dan binatang) yang masuk ke dalam negeri. Alasannya tentu baik, yaitu untuk mengurangi bahaya masuknya hama dan penyakit baru. Namun ternyata, “pergerakan” hama dan penyakit di dalam negeri hampir tidak ada kontrolnya. Terdapat indikasi bahwa bakteri Pseudomonas solanacearum yang menyerang hampir semua pohon pisang di Sumbar, dibawa dari luar dan masuk ke Sumbar melalui bibit-bibitan. Bagaimana petani mengatasinya? Dampak konflik di Maluku Utara sangat besar terhadap masyarakat setempat dan mengakibatkan perubahan yang negatif terhadap perekonomian dan kondisi sosial, termasuk pada anak-anak sebagai pihak yang paling keras merasakan akibatnya. Banyak anak mengalami kesedihan karena kehilangan orang tua, rumah mereka, dll. Begitu juga dengan trauma akibat menyaksikan kekerasan. Bahkan, ada yang terlibat dalam konflik, proses pengungsian dan pemulangan. Banyak anak yang kehilangan keceriaan, produktivitas serta nilai positif di masa depan. Tetapi masih ada yang peduli dengan nasib mereka.
-
32 - 33written by Damodar AcharyaPemuda berkemeja putih bersih, berjam tangan, dan bersepatu bot itu sibuk mencabuti rumput-rumput kecil di sekeliling tanaman cabai, pada suatu siang yang terik. “Setiap hari saya ke sawah untuk merawat tanaman cabai. Saya harus tahu apa yang terjadi pada tanaman cabai saya, tidak boleh lengah sedikit pun. Menjadi petani itu harus telaten,” kata Wiyatno (23), petani muda dari Desa Harjobinangun, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. “Sekolah mimpi” atau “sekolah penyuluhan” membuat hidup menjadi berbeda bagi anak-anak yang bekerja (mencari nafkah). Kelas diadakan di malam hari dengan cahaya lampu minyak (lampu tempel). Anak-anak bisa masuk malam hari tanpa harus takut akan ditegur atau dipukuli, seperti sering terjadi di sekolah negeri di India. Guru sukarelawan berumur 16 tahun menerangkan alasannya: “Sekolah ini ‘mendengarkan’ anak-anak yang bekerja. Kita yang menjalankannya”.
-
34 - 34written by EmiPak Vinsen, seorang aktivis YMTM, menerapkan sistem wanatani di pekarangannya sendiri dengan menanam berbagai jenis tanaman dan ternak. Selama memelihara dan merawatnya, Bapak empat anak ini selalu mengajak anak-anaknya untuk terlibat, dengan harapan anak-anaknya dapat dapat mengenali berbagai jenis tanaman dan ternak yang ada di sekitarnya.
-
35 - 35Seri Keanekaragaman Hayati Buku dalam 3 seri yang diterbitkan oleh KEHATI dan Cocacola Foundation ini sangat bermanfaat dalam pengenalan keanekaragaman hayati untuk anak-anak. Menguraikan segala hal tentang keanekaragaman, ekosistem perairan dan hutan. Permainan \"Prosea Cards\" (Prosea) Kartu ini dapat membantu para guru agar murid-murid senang belajar tentang tanaman. Anak-anak pun dapat bermain sambil belajar tentang buah-buahan dan sayuran.
-
36 - 36Emy Rohayu, gadis kecil kelas 5 SDN Inpres Bada 1 Dompu, NTB. Selain harus disibukkan dengan kegiatan belajar di sekolahnya, ia juga membantu berjualan sayur-sayuran di pasar, demi menambah penghasilan keluarganya.
