Personal tools
Log in
Personal tools
Log in
Recently visited
You are here: Home Magazines Indonesia 6 - Keanekaragaman Hayati: Potensi yang Tersembunyi

6 - Keanekaragaman Hayati: Potensi yang Tersembunyi

(In Indonesian) Fauna, Diversity and Hidden Potential. This SALAM edition will investigate closely the potential for biodiversity conservation which will provide the production of agriculture in the future.

Agriculture has evolved on a trajectory course, humans have now discovered and studied utilising approximately 8000 species of plants as food sources.

However, with the development of cultivation technology only focussing its attention on some types of plants and animals, these developments are less profitable for farmers in marginal areas. When the price of agricultural products falls sharply, it is difficult for them to survive. The farmers have begun to diversify production and find alternatives to these environmental changes for the sustainability of their agricultural system.

Table of contents:

  • 1 - 1
  • 2 - 3
  • 4 - 5
    Dengan perkembangan teknologi budidaya, perhatian semakin terpusat hanya pada sejumlah jenis tanaman dan binatang yang terbatas. Hari ini, kita mendapatkan lebih dari 50% kebutuhan pangan kita hanya terdiri dari beberapa jenis tanaman pangan dan beberapa jenis produk hewani. Untuk petani kecil di daerah marjinal perkembangan ini kurang menguntungkan. Namun, mereka bisa bertahan dengan mendiversifikasikan produk pertaniannya. Links: - Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) - Board of Indonesian Organic Certification (BIOCert) - Swisscontact
  • 6 - 7
  • 8 - 9
    Studi etnobotani dapat memberi kontribusi yang besar dalam proses pengenalan sumber alam hidup yang ada di suatu wilayah melalui kegiatan pengumpulan kearifan lokal dari dan bersama masyarakat setempat. Istilah etnobotani digunakan untuk menjelaskan interaksi masyarakat setempat (etno atau etnis) dengan lingkungan hidupnya, khususnya dengan tumbuh-tumbuhan. Studi etnobotani ini dapat membantu masyarakat dalam mencatat atau merekam kearifan lokal yang mereka miliki selama ini, untuk masa mendatang.
  • 10 - 11
    Mencegah hilangannya nutrisi dan unsur hara tanah akibat erosi merupakan hal yang sangat penting dari rangkaian sistem pertanian berkelanjutan dengan input luar rendah (LEISA). Tanpa kontrol pencegahan erosi yang baik, pertanian berkelanjutan mustahil dapat dilaksanakan. Membuat terasering untuk mencegah erosi adalah pekerjaan yang sangat berat. Beberapa jenis perdu seperti gamal, lamtoro dan kaliandra terkadang bisa digunakan sebagai penahan erosi. Ubi kayu dan nenas juga telah dimanfaatkan oleh petani sebagai penahan erosi. Namun, ada juga rumput vetiver yang dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian erosi yang cukup murah. Bagaimana rumput ini bekerja?
  • 12 - 13
    Melewati kawasan Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, sangatlah menyegarkan, karena bisa melihat hijaunya kawasan itu, di mana lebih dari 60% wilayahnya merupakan daerah persawahan dengan irigasi teknis dan di kanan-kiri jalan banyak tanaman liar yang tumbuh. Ketertarikan kami pada deretan pepohonan yang dilewati tertuju pada tanaman Flemingia macrophylla. Tanaman ini bisa tumbuh pada lahan yang sangat kering dan penuh dengan bebatuan. Flemingia macrophylla banyak manfaatnya. Namun sayang, dari pengamatan sekilas, mulai dari ujung barat sampai ujung timur Flores, tampaknya belum ada petani yang benar-benar memanfaatkan tanaman ini. Flemengia macrophylla dibiarkan tumbuh liar begitu saja. Lalu apa yang menarik dari tanaman ini?
  • 14 - 14
    Sebagai usaha mendukung kehidupan keluarga, masyarakat memilih untuk memelihara ternak dengan sistem ekstensif. Seperti yang dilakukan masyarakat adat di Papua, yang tinggal di dataran tinggi Kebar, Manokwari. Karena sebagian besar waktu petani dihabiskan di lahan pertanian, maka untuk memudahkan pemeliharaan, ternak (khususnya babi) juga ditempatkan di kebun dekat lahan dengan cara dibuatkan kandang sederhana sebagai tempat berteduh. Dengan demikian ternak menjadi dekat dengan sumber pakan.
  • 15 - 15
    Sorgum merupakan tanaman serealia penting selain padi, jagung atau jewawut. Tanaman ini di Desa Satar, Manggarai, hampir tidak ditemukan lagi. Sejauh yang diketahui, sejak tahun 1982 sampai sekarang keberadaannya mulai menghilang dan namanya tidak pernah disebut lagi setiap kali musim tanam. Mengapa sebagian besar petani melupakannya? Apa manfaat tanaman yang bisa ditumpangsari ini?
  • 16 - 17
    Ibu Napsiah tidak pernah menyangka kegiatan bertanam sayuran yang dulu dilakukan dengan setengah hati kini mulai membuahkan hasil. Dari lahan seluas itulah sekarang Napsiah mengandalkan kehidupan ekonominya. Keberhasilan usahanya telah mengantarkan ibu berpenampilan sederhana ini kepada pengalaman yang sama sekali baru. Sebuah perguruan tinggi di Malang pernah mengundangnya untuk bertukar pengalaman mengembangkan sayur organik. Ibu Napsiah juga gemar menularkan pengalamannya kepada tetangga-tetangganya. Tidak heran jika banyak warga sekitarnya yang mulai mengikuti jejaknya.
  • 18 - 19
    Motivasi petani Desa Bakitolas (sekitar 30 km dari Kefamenanu) untuk mengembangkan pola pertanian dengan memiliki kebun tetap yang bernuansa hutan keluarga semakin tinggi. Di desa ini, petani tidak lagi menggunakan pupuk kimia, tetapi lebih memilih pupuk kandang atau kompos. Namun, pada awal bulan Maret sampai April 2003 lalu, ketika para petani mulai menanam tanaman sayuran, mereka dihadapkan pada masalah yang cukup serius. Petani yang telah mempersiapkan lubang untuk ditanami dengan tanaman tahunan menjadi resah karena sulit mendapatkan pupuk kandang ataupun kompos. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya pupuk kandang dapat diperoleh dengan mudah dan cuma-cuma. Bagaimana mereka mengatasinya?
  • 20 - 22
    Untuk penanaman pohon kayu dan buah di kawasan persawahan di Kec. Sumberjaya yang rawan akan tersambar petir, maka penanaman masih bisa dilanjutkan, asalkan ditempatkan di tepi persawahan. Artinya tidak ditanam di tengah-tengah persawahan karena hal inilah yang akan mendatangkan petir yang dapat berakibat fatal. Kemungkinan besar masih banyak jenis tanaman kayu atau buah-buahan lain yang masih dapat dikembangkan di kawasan persawahan, asalkan akar dari tanaman tersebut tidak mengeraskan tanah sawah, misalnya saja tanaman kayu sengon.
  • 23 - 23
    Berdasarkan uji coba yang dilakukan oleh beberapa kelompok petani, gadung yang berwarna kuning dengan kulit sangat tua, mengandung racun yang tinggi, apalagi bila dicampur dengan bahan lain seperti batang akar duwa (tuba), batang dan isi ndango (jeringo), kulit batang kawusi dan tembakau. Pestisida nabati ini digunakan untuk membasmi hama dan penyakit pada tanaman di lahan kering seperti kacang panjang, kacang hijau dan kacang kedelai yang mengalami kerusakan batang dan buah (polong) akibat hama apis, ulat kutu daun, walang sangit dan belalang, atau pada lahan basah, yang digunakan untuk mengendalikan serangan walang sangit dan hama apis yang menyerang tanaman padi.
  • 24 - 25
    Cendana merupakan milik Pemda NTT yang pemanfaatannya sebagai sumber pendapatan daerah. Sayangnya, masyarakat tidak memiliki hak untuk mengambil bagian dalam penguasaan pohon cendana. Cendana yang tumbuh pada semua lahan masyarakat harus dijaga dan dirawat secara baik oleh pemiliknya. Bila kedapatan terbakar atau tidak dirawat, maka bersiap-siaplah warga “mempertanggungjawabkan” perbuatannya tersebut.
  • 26 - 27
    Masyarakat setempat tidak punya cukup uang untuk membeli pakan ternak buatan pabrik, sehingga ayam-ayam yang mereka miliki tidak dikurung. Padahal dengan melepas ayam begitu saja di pekarangan, risiko kematian anak ayam dan kehilangan telur karena pemangsa sangatlah tinggi. Bagaimana mengatasinya? Apakah kemiri dan mukinduri adalah solusinya?
  • 28 - 29
    Daun wangi adalah tanaman berbentuk pohon cemara atau pinus, dengan tinggi ±12 m, batang berkayu dan bercabang banyak. Dapat tumbuh pada ketinggian antara ±1-1500 mdpl. Tanaman ini bisa ditanam sebagai tanaman penghijauan, cukup baik sebagai tanaman penahan erosi, hidup baik di sepanjang aliran sungai, di sepanjang pinggiran jalan, daerah perbukitan, atau tanaman hias di pekarangan rumah. Kayunya bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan lainnya. Manfaat lain yang cukup potensi adalah dari daunnya, dapat dijadikan sebagai bahan baku cairan pemikat serangga untuk pengendalian hama lalat buah. Kacang pintoi (Arachis pintoi) adalah tanaman yang bentuknya mirip kacang tanah. Jenis tanaman ini dapat dipakai sebagai tanaman penutup tanah di kebun (kopi, cokelat, vanili, merica, kelap sawit, dsb) atau ladang. Sangat berguna untuk menahan erosi tanah, mencegah pertumbuhan gulma dan juga sebagai sumber nitrogen untuk tanah.
  • 30 - 31
    Kehidupan lebah madu sangat bergantung pada keberadaan tanaman. Ketersediaan pakan lebah (nektar dan pollen) yang diambilnya dari bunga, akan menentukan kelangsungan hidupnya. Proses nektar dan pollen dari tanaman oleh lebah madu tidak akan menyebabkan kerusakan pada bagian tanaman tersebut, bahkan sebaliknya akan membantu penyerbukan. Menurut para ahli, hampir 80% proses penyerbukan bunga secara alami dilakukan oleh lebah madu.
  • 32 - 32
    Kacang-kacangan bermanfaat sebagai pangan yang kaya protein. Jenis yang paling terkenal di dunia adalah kacang tanah (Arachis hypogaea) dan kedelai (Soja max). Di Wonogiri, Jawa Tengah, hanya dalam satu studi saja bisa ditemukan 32 jenis kacang-kacangan lokal yang bisa dimanfaatkan untuk pangan. Kacang-kacanganlah yang menjadi alasan mengapa pertanian dapat lestari selama berabad-abad tanpa pemberian sejumlah besar pupuk buatan atau pupuk kandang.
  • 33 - 33
    Seringkali buaya merupakan salah satu dari sumber daya yang potensial menghasilkan uang. Akibatnya, pada masa lampau, buaya dieksploitasi sebagai sumber uang yang liar, yang berdampak pada pemusnahan satwa tersebut. Untungnya, hal ini kemudian diatasi dengan adanya pembudidayaan buaya untuk keperluan komersial. Peternak memelihara buaya selama 3-4 tahun, sampai panjang badannya mencapai sekitar 1,5 meter. Buaya dengan ukuran ini dapat menghasilkan sekitar 15 kg daging. Sementara kulit perutya yang bisa mencapai lebarnya 30-40 cm ini, kemudian dijual ke industri busana di Jepang atau Perancis, dan sisanya dapat dibuat souvenir
  • 34 - 34
    Nama Johanes Djamin bagi masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai Biang, sudah tidak asing lagi. Bahkan, di kalangan pejabat pun, mulai dari tingkat Kec. Seluas hingga Pemda Kab. Bengkayang, namanya, sangat dikenal baik oleh mereka. Pada tahun 2002 lalu, petani berusia 63 tahun ini mendapatkan penghargaan Kalpataru. Penghargaan ini dianugerahkan karena kegigihannya melestarikan dan membudidayakan pohon belian (Eusideroxylon zwageri), salah atu jenis pohon khas Kalimantan dan bisa mencapai umur ratusan tahun, yang keberadaannya sangat langka bahkan hampir punah.
  • 35 - 35
    Etnobotani Oleh Gary J. Martin. Buku ini utamanya ditujukan kepada para peneliti yang baru memulai melakukan kajian di lapangan, menjelaskan secara rinci tentang keterampilan dan metode-metode yang paling biasa digunakan oleh para ahli etnobotani Pestisida Nabati Oleh Ir. Agus Kardinan, M.Sc. Buku ini menjelaskan secara sederhana tumbuh-tumbuhan yang dapat dijadikan bahan pestisida nabati. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Oleh dr. Setiawan Dalimartha. Berisikan uraian tentang 40 jenis tanaman obat-obatan yang ada di tanah air. Budidaya Ulat Sutera Oleh Suprio Guntoro. Berisi tentang seluk-beluk ulat sutera secara praktis. Buku ini sangat mudah dipahami dan diaplikasikan oleh pelaku budidaya ulat sutera, baik pemula ataupaun yang sudah pernah melakukannya.
  • 36 - 36
    PROSEA yang menyediakan informasi lengkap dan mutakhir tentang hampir 7000 jenis tumbuhan berguna dari seluruh kawasan Asia Tenggara. Informasi tersebut mencakup berbagai aspek tumbuhan (botani, ekologi, budidaya, kegunaan, perdagangan, dll.). Dikemas dalam suatu serial buku pegangan, terdiri dari 19 volume, masing-masing volume menguraikan kelompok komoditas tertentu.
Document Actions
  • Print this Print this