Personal tools
Log in
Personal tools
Log in
Recently visited
You are here: Home Magazines Indonesia 3 - Jasa Binatang!

3 - Jasa Binatang!

(In Indonesian) Animal Services. This edition of SALAM reviews the role of animals, both large and small, in sustainable agriculture.

Speaking of integrated farming means farming diverse food crops, commodity crops, animals and others. More on the roles of animals in sustainable agriculture can be seen in this edition.

Table of contents:

  • 1 - 1
  • 2 - 3
  • 4 - 4
    Binatang dalam pertanian mempunyai peranan yang sangat penting. Kemampuannya sebagai tenaga kerja penarik bajak tidak diragukan lagi. Selain itu, kotoran yang dihasilkan dapat berfungsi sebagai pupuk kandang pengganti anorganik. Peranan binatang kecil seperti semut dan cacing juga tidak dapat diabaikan. Cacing misalnya, berperan dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi bahan organik. Tetapi, tak dapat dapat dipungkiri bahwa ada kalanya binatang menjadi musuh petani seperti tikus sawah dan babi hutan yang kerapkali merusak tanaman.
  • 5 - 5
    Sektor peternakan menghabiskan 50 persen dari persediaan biji gandum dunia. Untuk menurunkan ketergantungan tersebut, perlu kiranya dikembangkan sistem terpadu antara peternakan dan pertanian dengan mendaur ulang semua keluaran. Cara yang ditempuh yaitu dengan membudidayakan pakan hewan yang berasal dari tanaman alternatif penghasil energi dan protein seperti umbi ubi kayu dan daun singkong.
  • 6 - 6
    Pohon murbai selama ini banyak dikenal sebagai penghasil buah untuk bahan dasar selai. Daunnya merupakan makanan ulat sutra. Namun, pemanfaatan daun dan ranting pohon murbai sebagai makanan ternak seperti sapi, kambing dan kelinci belum banyak diketahui. Buah murbai juga terbukti dapat meningkatkan kesehatan ayam.
  • 7 - 7
    Hasil penelitian etnobotani menunjukkan bahwa pada musim kemarau, masyarakat pedesaan memiliki cara untuk mendapatkan sumber pakan ternak alternatif. Namun, dalam banyak kasus, sumber pakan alternatif tersebut belum banyak digunakan karena belum optimalnya sosialisasi mengenai manfaat tanaman tersebut. Petani sangat waspada dalam mencoba tumbuhan sebagai makanan ternak karena selalu ada risiko komponen beracun di dalamnya.
  • 8 - 9
    Nguyen Van Cung, seorang petani jeruk organik di Vietnam memiliki cara tersendiri dalam mengendalikan hama secara biologis bagi tanamannya. Semut api (Oecophylla smaragdina) yang dipeliharanya tidak hanya mampu melindungi tanaman jeruk dari hama pengganggu tetapi juga dari serangan tikus. Berkat kehadiran semut, kualitas jeruk yang dihasilkan meningkat. Bahkan, perilaku semut membantunya memberikan perkiraan cuaca untuk hari-hari berikutnya.
  • 10 - 12
    Kegagalan panen sering terjadi akibat merajalelanya hama tikus yang merusak tanaman padi pada berbagai stadium. Biasanya pengenadalian tikus dilaksanakan setelah terjadi kerusakan pada tanaman yang menyebabkan kerugian secara ekonomis. Dengan mengetahui jenis makanan, perilaku reproduksi, struktur sarang dan metode pengendalian tikus sawah (teknis, mekanis dan kimiawi) diharapkan akan mampu membantu petani dalam mengendalikan jenis hewan pengganggu ini.
  • 13 - 15
    Masalah kesuburan tanah kerap dialami petani di Dukuh Waru, Desa Pengkol, Kecamatan Karang Gede, Kabupaten Boyolali. Pengetahun lokal petani di desa tersebut tenggelam akibat gelombang “revolusi hijau”. Tidak mengherankan, jika petani di desa tersebut begitu antusias mengikuti sekolah lapangan yang didukung oleh LPTP Solo, World Education dan CRS/ID. Hasil yang paling menonjol yaitu pemanfaatan bambo yang semula hanya dibakar kini menjadi barang berharga dan dibudidayakan di sawah petani. Bambu tersebut kemudian digunakan sebagai bahan tambahan dalam pemberian pupuk kompos di sawah.
  • 16 - 18
    Pada musim kemarau khususnya di lahan kering, para petani mengalami kesulitan dalam memperoleh pakan hijau untuk ternaknya. Prof. Dr. I Made Nitis, pakar nutrisi dari Universitas Udayana, mencoba menerapkan alternatif lain untuk membantu petani yang disebut dengan Sistem Tiga Strata. Metode ini adalah tata cara penanaman dan pemangkasan rumput, leguminosa, semak dan pohon sehingga makanan ternak tersedia sepanjang tahun. Cara ini relatif mudah diterapkan petani dan menguntungkan secara ekonomis dan ekologis.
  • 19 - 19
    Tanaman waru (hibiscus) mempunyai beragam kegunaan misalnya sebagai pakan ternak sapi dan kambing. Potensi lain dari tanaman ini adalah kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan dan bahan bangunan. Untuk keperluan rumah tangga, tanaman ini bermanfaat sebagai bahan bakar dan pucuk-pucuk daun mudanya dapat dijadikan bahan jamu untuk memperlancar proses kelahiran bagi wanita.
  • 20 - 27
    Sistem Intensifikasi Padi (SRI) telah tersebar ke banyak negara. Pendekatan ini telah dicoba paling sedikit di 17 negara dengan kondisi iklim yang beranekaragam. Dalam konferensi internasional mengenai SRI di China tahun 2002 terungkap beragam keuntungan penerapan SRI. Tujuan dari konferensi ini adalah untuk memberi pemahaman yang lebih baik tentang prinsip SRI serta mengembangkan jaringan komunikasi yang akan memudahkan evaluasi dari pembaharuan-pembaharuan dari berbagai sumber.
  • 28 - 28
    Vermikultur adalah penggunaan cacing tanah dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi bahan organik yang akan diberikan kepada akar tanaman. Metode ini sangat efektif dan sederhana. Metode ini membantu menghemat air, tenaga dan tentunya membantu mengembalikan kesuburan tanah.
  • 29 - 29
    Chromolaena odorata merupakan gulma utama di perkebunan muda, hutan maupun lahan pertanian. Tanaman ini dapat ditemukan di pinggir jalan, di tempat tebuka di hutan bahkan di pinggir sungai yang mengalir di pusat kota. Ketersediaan sinar matahari membantu tanaman ini tumbuh subur sehingga menjadi salah satu gulma terparah di Indonesia. Usaha untuk mengendalikan gulma ini baik secara kimia maupun biologis belum menunjukkan kemajuan yang berarti.
  • 30 - 30
    - Pusat Perlebahan Pramuka (Apiari Pramuka) - South Asia Feed Resources Research and Development (SEAFRAD) - CIAT dan ACIAR - Word Education (WE Indonesia) - Jaringan SRI di Indonesia
  • 31 - 31
    Beternak Lebah Madu Modern Oleh R.M. Sumoprastowo dan R. Agus Suprapto. Buku ini memberikan tinjauan yang lengkap dan menarik mengenai beberapa aspek beternak lebah. Peluang Bisnis Beternak Lebah Oleh Drs. Bambang Marhiyanto. Buku ini berisi aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam beternak lebah yang dilengkapi dengan pengembangbiakkan lebah madu. Lebah Madu: Cara beternak dan Pemanfaatannya Oleh Pusat Perlebahan Apiari Pramuka (PPAP). Buku ini menjelaskan tentang seluk-beluk lebah madu, cara beternak, cara pemuliabiakan, panen hingga teknik pengobatan dengan sengat lebah.
  • 32 - 32
    Pada bulan Mei 2003 lalu, telah berlangsung pertemuan tahunan editor di Belanda yang dihadiri oleh Majalah LEISA International ILEIA, LEISA India, LEISA Amerika Latin dan LEISA Indonesia (SALAM). Pertemuan ini membahas topik mengenai kemungkinan menjalin kerja sama dengan editor dari majalah lain dan juga sumber pendanaan untuk majalah SALAM.
Document Actions
  • Print this Print this