Personal tools
Log in
Personal tools
Log in
Recently visited
You are here: Home Magazines Indonesia 22 : Pengendalian Hama Secara Ekologis

22 : Pengendalian Hama Secara Ekologis

(In Indonesian) Ecological Pest Control. The emergence of pests and disease on the farm, is one of the symptoms of imbalance in the ecosystem. To cope with pests and disease, we need to improve the balance in farmland ecosystem. Fix the source of the problem, but not only the relieve symptoms. This is the thinking that underlies the birth of Integrated Pest Management (IPM) concept.

Table of contents:

  • 1 - 1
    Berbagai aktivitas Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang dilakukan petani dalam Sekolah Lapangan.
  • 2 - 3
  • 4 - 5
    Munculnya hama-penyakit di lahan pertanian, sejatinya adalah gejala terjadinya ketidakseimbangan dalam ekosistem. Ketidakseimbangan mengakibatkan munculnya serangan. Untuk mengatasi serangan hama-penyakit, kita hanya perlu memperbaiki keseimbangan ekosistem di lahan pertanian. Perbaiki sumber masalahnya, jangan sekadar menghilangkan gejalanya. Inilah pemikiran yang mendasari lahirnya Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
  • 6 - 8
    Kopi merupakan komoditi primadona dalam usaha tani masyarakat Manggarai. Tidak heran bila kawasan pinggiran Taman Wisata Alam Ruteng (kawasan konservasi) juga menjadi kawasan perkebunan kopi rakyat. Keberadaaan serta interaksi hewan dan tumbuhan di dua kawasan ternyata memberikan manfaat nyata bagi kelestarian ekosistem dan keberlanjutan usaha tani kopi petani setempat. Bagaimana ini terjadi? Silakan membaca hasil pengamatan dan pengalaman penulis, yang juga seorang petani kopi, tentang bagaimana para predator alami di dua kawasan ini menebar kebaikan.
  • 9 - 10
    Petani di Bolivia, Nikaragua, dan Bangladesh mulai menerapkan klinik tanaman untuk mengatasi penyakit pada tanaman. “Klinik” ini berupa tempat sederhana, sering kali hanya sebuah meja dan beberapa kursi, dan beroperasi beberapa jam selama seminggu. “Dokter-dokter tanaman” adalah petugas penyuluh lokal atau petani sendiri. Dengan klinik tanaman, tiap anggota komunitas bisa memperoleh diagnosis dan saran. Seseorang tidak harus tahu segala sesuatu untuk menjadi dokter tanaman. Selain dari mengenali gejala, seorang dokter tanaman kerap belajar dari mendengarkan pengalaman orang lain.
  • 11 - 13
    Karena serangan hama penggerek batang padi selama dua tahun berturut-turut yang menurunkan produksi padi, sejumlah perempuan petani dari Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Malang, Jawa Timur mencari bantuan ke kantor penyuluhan pertanian. Mereka pun diperkenalkan pada pendekatan pengendalian hama terpadu (PHT). Di sinilah awal terbentuknya kelompok perempuan petani di Desa Kepanjen.
  • 14 - 15
    Semut rangrang bagi Pak Pur, seorang petani di Desa Sabirejo, Jawa Timur, bukanlah sekadar semut untuk dijual krotonya. Pak Pur sejak empat tahun lalu memulai kerja samanya dengan semut rangrang. Semut rangrang menjadi penjaga kebun jeruk Pak Pur sejak saat itu. Alhasil, Pak pur tidak menggunakan setetes pun pestisida untuk mengendalikan hama di kebun jeruknya. Hingga saat ini hampir semua petani jeruk di Desa Sabirejo mengikuti jejaknya.
  • 16 - 19
    Strategi Dorong-Tarik dikembangkan di Kenya oleh International Centre of Insect Physiology and Ecology (ICIPE), Rothamsted Research dan organisasi-organisasi riset lain di Afrika Timur. Strategi ini mengombinasikan penggunaan tanaman penangkal serangan hama dan tanaman penjebak untuk memikat hama yang ditolak. Penggunaan strategi ini mampu mengusir hama penggerek batang dan melenyapkan gulma Striga yang menyerang tanaman jagung dan sorghum.
  • 20 - 21
    Layu bakteri adalah penyakit utama pada kentang (famili Solanaceae) bagi petani di Karanganyar, Jawa Tengah. Gejalanya, tanaman layu dan umbi mengalami pembusukan. Untuk mengatasi masalah ini petani melakukan pengendalian hama menggunakan senyawa kimia sisa tanaman yang membusuk dalam tanah (biofumigasi). Mereka juga menyiangi tanaman yang terserang, melakukan rotasi tanaman, mengairi dengan baik, memusnahkan tanaman sakit, serta menggunakan pupuk organik. Mudahnya memperoleh bahan membuat metode ini mudah diterapkan.
  • 22 - 25
    Pertanian Organik bisa menjadi pembelajaran anak-anak dan pemuda rentan agar tangguh dalam menghadapi tantangan hidup. Seperti yang dilakukan The Learning Farm Yayasan Karang Widya. Melalui kegiatan pengendalian hama dalam kebun organiknya, anak-anak dan pemuda rentan dilatih untuk tekun menghadapi persoalan hama. Melalui teknik-teknik yang sangat ramah lingkungan dan berkelanjutan, Karang Widya bersama para peserta didiknya berhasil membuktikan bahwa strategi pemeliharaan kesehatan ekosistem kebun mampu meminimalisir tingkat serangan hama pada tanaman yang dibudidayakan.
  • 26 - 29
    Selama lebih dari 20 tahun, Niek Vos, petani organik di Belanda, belajar menangani hama dan penyakit utama. Strategi dia gunakan untuk menghindari kerusakan tanaman merupakan hasil pengalaman selama 20 tahun tersebut, yaitu rotasi tanaman yang baik, interaksi dengan musim pada saat yang tepat, rancangan lahan, cara-cara pembudidayaan, dan penggunaan varietas yang tahan hama. Pengalaman ini menarik, terutama karena menunjukkan bahwa praktik pengelolaan hama dan penyakit bersifat universal. Teknik serupa bisa diterapkan oleh para petani LEISA di seluruh dunia.
  • 30 - 33
    Yayasan Pertanian Alternatif Sumatera Utara (PANSU) membagi cerita bagaimana komunitas mengelola sumber daya lokal untuk mengatasi hama penggerek batang padi kuning (Scirpophaga innotata Wlk). Keberhasilan mengatasi hama kemudian diterapkan tidak hanya pada tanaman pangan dan sayuran dataran rendah, tetapi juga tanaman perkebunan seperti kakao dan kopi. Tidak hanya mengatasi hama, keterlibatan petani untuk mengatasi masalah secara bersama juga memperkaya dan memperkuat kepercayaan petani dalam menguji sekaligus menerapkan metode yang dibangun bersama-sama.
  • 34 - 34
    PANSU adalah lembaga yang mengidentifikasi berbagai kasus penyalahgunaan pestisida sampai mencoba memecahkan persoalan lapangan di tingkat petani dengan mengembangkan proyek-proyek kecil. Sedangkan WE bekerja dengan LSM di Indonesia untuk mengembangkan program pertanian berkelanjutan melalui pelatihan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). LSM yang bekerja sama dengan WE bekerja di dua tipe agroekosistem yaitu: dataran rendah dengan tanaman pokok padi, dan dataran tinggi dengan tanaman pokok sayuran.
  • 35 - 35
    Menurut buku Hama Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan; Masalah dan Solusinya ini, persyaratan tindakan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) harus memenuhi aspek teknis. Buku yang disusun Permaculture Timor Lorosa’e (Permatil) dan diterbitkan Yayasan IDEP (Indonesian Development of Education and Permaculture) ini mencakup informasi terperinci tentang permakultur dan rancangan masyarakat berkelanjutan.
  • 36 -
    Dua edisi mendatang (No 24) SALAM akan membahas tentang Tanah yang Hidup. Tema ini membahas bagaimana pentingnya memberi makan pada tanah, bukan tanaman. Artikel Anda ditunggu sampai 1 April 2008.
Document Actions
  • Print this Print this