20 - Mengembalikan Kedaulatan Petani atas Benih
(In Indonesian) Restoring Farmers' Sovereignty through Seed. The theme for this edition is the ability of farmers to independantly store and use their own seeds contributing to sustainable farming practices.
SALAM identifies for the reader, that many farmers, through solidarity and cooperation with their fellow farmers, are still able to produce their own seeds, even with the domination and the dependence on seeds from multinationals, foreigners and government. Another interesting story is how farmers face the greedy company that is trying to control the seed markets.
Table of contents:
-
1 - 1Petani Ndikosapu sedang menunjukkan benih lokal
-
2 - 3
-
4 - 5Majalah SALAM edisi ini membahas tentang kemandirian petani memproduksi benih sebagai bagian dari praktik pertanian berkelanjutan dengan input luar rendah atau low external input for sustaniable agriculture (LEISA). Di tengah dominasi ketergantungan pada benih dari perusahaan multinasional/asing, ternyata masih banyak petani yang membuktikan bisa memproduksi benih sendiri. Cerita-cerita di majalah ini memberikan pelajaran bahwa petani bisa menghadapi serakahnya perusahaan benih yang berusaha mengendalikan petani dengan solidaritas dan kerja sama.
-
6 - 9written by Lone BadstueArtikel berikut memaparkan hasil penelitian di pusat budi daya dan keragaman genetik jagung Central Valleys of Oaxaca, Meksiko. Fokus penelitian adalah pentingnya hubungan sosial dalam transaksi benih dan peran utama faktor kepercayaan dalam memperoleh benih.
-
10 - 13written by C.E. Sigit PrihandonoDalam konteks agronomi, benih merupakan dasar dimulainya proses budi daya. Bahkan ada kata-kata bijak yang menyatakan, ”Siapa menguasai benih, maka dia menguasai pangan, dan siapa menguasai pangan maka dia menguasai dunia”. Ini menunjukan betapa benih menjadi faktor penentu apakah petani cukup berdaulat dalam memenuhi kebutuhan pangan, minimal untuk keluarganya
-
14 - 15written by Ridho Saiful AshadiKasus Tukirin menjadi bukti bagaimana petani-petani kecil di negara ini harus menghadapi penjajahan baru dalam pertanian. Revolusi Hijau yang disebut Orde Baru sebagai modernisasi pertanian mengubah sistem pertanian Indonesia dari multikultur ke monokultur dan memperbesar biaya produksi. Kecuali tenaga mereka sendiri, bibit, pupuk, dan pestisida harus dibeli petani dari toko pertanian yang merupakan agen penjual dari perusahaan transnasional.
-
16 - 18Kentang adalah tanaman pangan penting di dataran tinggi Kenya. Tanaman ini umumnya dibudidayakan pada ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut, di mana kepadatan penduduk dan tekanan atas tanah pertanian terbilang tinggi. Kentang dikonsumsi warga lokal serta dijual di pedesaan dan pasar-pasar kota. Masalah utama produksi kentang skala kecil di Kenya adalah banyaknya benih kentang yang mengandung virus dan/atau bakteri. Virus dan bakteri tersebut dapat menyebabkan layu saat pertumbuhan tanaman sehingga hasil panen menurun.
-
19 - 21written by Dwi Munthaha , Endang SutaryaKeterpurukan petani sudah diketahui secara luas, dari petani itu sendiri sampai ke tingkat pejabat penentu kebijakan. Sayangnya, ini tidak berkembang menjadi kekuatan untuk melakukan perubahan. Modernisasi teknologi pertanian sejak revolusi hijau, selain meningkatkan produksi, ternyata juga menghilangkan kemandirian petani. Kreativitas dan keahlian petani dalam budi daya, seperti menyiapkan benih sendiri dan membuat pupuk atau pestisida, memudar seiring makin konsumtif serta bergantungnya mereka pada asupan buatan pabrik. Petani kini terbiasa mengonsumsi berbagai asupan luar, mulai benih, pupuk serta racun pembunuh hama untuk usaha tani mereka sendiri. Ongkos produksi menjadi mahal dan pertanian tidak lagi mampu menjamin kualitas penghidupan petani. Sementara begitu banyak pengorbanan petani, pemerintah dengan mudah menerima berbagai kebijakan lembaga ekonomi internasional yang memperlancar kepentingan ekonomi global. Padahal ini berakibat pada makin terpuruknya petani.
-
22 - 23written by Sayu Km Sri MahayuniBanyaknya benih hibrida dan transgenik, dari dalam negeri maupun impor, yang menyuplai petani-petani di Indonesia membuat petani mengalami ketergantungan terhadap produk-produk tersebut. Semakin petani terjebak dalam lingkaran tersebut, semakin miskinlah petani kita. Survey yang dilakukan IDEP selama empat tahun pada 2002 hingga 2006 menunjukkan bahwa hampir 90 persen petani menggunakan benih hibrida dan transgenik. Survey di empat kabupaten Jembrana, Gianyar, Kragasem, dan Buleleng itu melibatkan sekitar 100 narasumber dari kalangan petani.
-
24 - 26written by Iss BeribeSuku Lio adalah salah satu suku yang umumnya mendiami daerah pegunungan dan sedikit wilayah pantai selatan dan utara Kabupaten Ende. Kehidupan mereka sangat bergantung pada usaha tani lahan kering. Masyarakat suku Lio menganut sistem patrilineal agraris, di mana semua harta dan kekayaan menjadi hak milik laki-laki dan keturunan laki-laki. Ada pembagian kerja yang amat jelas antara laki-laki dan perempuan. Perempuan menjalani peran dalam pekerjaan rumah tangga. Sedangkan, laki-laki akan mencari nafkah, berburu dan sekaligus menjalani peran publik.
-
27 - 29written by SEARICESelama berabad-abad, petani padi di Asia mengandalkan penyimpanan, pertukaran, dan penggunaan kembali sebagian hasil panen sebagai sumber bibit utama. Para petani dapat melakukannya karena padi merupakan tanaman yang mampu melakukan penyerbukan sendiri, sehingga petani dapat merasa yakin bahwa kualitas dan sifat padi tidak akan berubah banyak meski menggunakan benih yang sama secara berulang-ulang. Pola tersebut bersama pengetahuan tradisional yang dimiliki dan praktik/teknologi baru, membuat petani mampu mempertahankan budaya bertani padi mereka.
-
30 - 33Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman budi daya penting untuk pangan, mendatangkan uang, dan perbaikan ekosistem pertanian di banyak negara Afrika bagian timur, tengah, dan selatan. Tanaman ini umumnya dibudidayakan petani kecil yang memiliki akses terbatas pada input pertanian. Sejak buncis dikenalkan pada abad ke-16, petani telah mampu memelihara, menyilangkan, memuliakan, dan menyebarkan benih secara luas untuk memenuhi kebutuhan mereka. Namun karena berbagai masalah, seperti busuk akar dan kekeringan, sebagian varietas buncis lokal tidak dapat tumbuh lagi. Selain itu, meningkatnya permintaan akan buncis dari kota dan luar negeri membuat beberapa varietas lokal tersisih karena bukan varietas favorit konsumen. Akibat dua alasan tersebut, banyak petani melakukan uji coba dan menginginkan akses lebih baik terhadap buncis-buncis varietas baru, untuk melengkapi (tapi tidak berarti menggantikan) varietas lokal milik mereka.
-
34 - 34Farmers’ Initiative for Ecological Livelihood and Democracy (FIELD) Indonesia adalah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan yang selalu digunakan FIELD Indonesia adalah Sekolah Lapangan dan Pendidikan Riset Aksi. Melalui dua pendekatan ini, FIELD memfasilitasi masyarakat agar mampu menganalisis dan memahami situasi ekosistem kehidupannya, baik dari sisi teknis maupun sosial ekonomi, serta mampu mengorganisasi diri dalam membangun perikehidupan masyarakat yang lebih ekologis dan demokratis.
-
35 - 35Modal yang dimiliki petani dan tidak dimiliki perusahaan benih adalah kebersamaan atau komunalitas. Dengan modal ini petani sesungguhnya mampu menghadapi serakahnya perusahaan benih yang berusaha mengendalikan petani.
-
36 - 36Topik Majalah SALAM Edisi 22 (Februari 2008) - Pengendalian Hama Secara Ekologis 20 Orang Penerima Hadiah Survey Pembaca Majalah SALAM 2007. Terima kasih kami ucapkan kepada semua pembaca yang sudah mengisi dan mengirimkan survey kepada kami. Kami masih menunggu partisipasi pembaca yang belum mengisi dan mengirimkan survey pembaca.
