2 - Rawan Pangan?
(In Indonesian) Food Insecurity. This edition covers a wide range of sustainable agriculture systems. Its also includes the various products that have been cultivated by farmers in an effort to meet their food needs while maintaining their agriculture resources.
Table of contents:
-
1 - 1
-
2 - 3
-
4 - 4Revolusi hijau yang dianggap telah berhasil meningkatkan produksi pertanian ternyata berdampak buruk terhadap lingkungan sebagai akibat dari penggunaan pupuk kimia dan pestisida buatan yang berlebihan. Data statistik menunjukkan bahwa hanya pada tahun 1984 terjadi swasembada beras. Namun setelah periode itu Indonesia harus mengimpor beras lagi dan rawan pangan kembali menjadi isu. LEISA merupakan pilihan layak untuk petani Indonesia. Tetapi, masih banyak pembuktian yang diberikan terutama kepada petani dan pengambil kebijakan agar LEISA diberikan kesempatan guna menggalakkan lobi untuk perubahan mendasar dalam kebijakan pemerintah serta penerapannya di bidang pertanian.
-
5 - 5- Indonesia Nature Conservation Newsletter (INCL) - Sistem Intensifikasi Padi (SRI) - FIELD Indonesia - Pesticide Action Network (PAN) - Down to Earth
-
6 - 7written by Daniel SalubonggaDengan perubahan pola konsumsi masyarakat Toraja, darah kerbau yang disembelih dengan cara Ma’tingoro dijadikan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah. Namun hal tersebut bertentangan dengan kepercayaan masyarakat setempat bahwa bahan yang bersumber dari upacara kematian tidak dapat digunakan untuk pertanian karena akan mendatangkan musibah. Tetapi, setelah terbukti bahwa petani yang melanggar tidak menemui musibah, penggunaannya sebagai pupuk cair organik dapat diterima dan makin berkembang di masyarakat.
-
8 - 8Daerah Sumatera Utara yang kaya akan keanekaragaman hayati secara terus menerus digantikan dengan monokoltur kelapa sawit dan hasil perkebunan lainnya. PAN (Pesticide Action Network) Sumut mulai mengembangkan model pertanian alternatif untuk membangkitkan kembali tingkat keanekaragaman hayati. Polikultur adalah model yang sangat cocok untuk masyarakat pedesaan yang dikembangkan secara berkelanjutan, menguntungkan dan ramah lingkungan.
-
9 - 9written by dari berbagai sumberSRI (System of Rice Intensification) yang dikembangkan di Madagaskar mendapat sambutan yang sangat luas. Pendekatan SRI yang menekankan peningkatan produksi melalui perbaikan praktek manajemen tanaman, air, lahan dan gizi telah menjadi inspirasi negara-negara lain untuk mempraktekkannya seperti RRC, Indonesia, Pantai Gading dan Kamboja. Uji coba di negara-negara tersebut menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda.
-
10 - 11Masyarakat Flores seakan-akan tidak terpengaruh banyak dengan \"krismon\" yang sedang melanda Indonesia. Mereka mempunyai budaya tersendiri untuk membagi makanan pada saat sulit atau musim paceklik. Makanan dipinjam kepada tetangga yang kemudian dibayar kembali pada lain waktu dalam bentuk makanan pula. Proyek pengembangan masyarakat yang didukung oleh VECO Indonesia telah membantu penduduk Flores untuk lebih memperhatikan konservasi tanah dan kesuburan lahan. Kini, selain tanaman yang mengandung karbohidrat, penduduk menanam varietas sayur mayur dan tanaman umur panjang.
-
12 - 12Kisah seorang janda bernama Tensue dari Ethiophia yang harus membajak lahannya sendiri sejak ditinggal suaminya agar hasil panennya bisa tetap utuh dimilikinya. Di tengah tekanan yang dihadapi dari pihak keluarga karena dianggap melawan adat setempat, Tensue memperkenalkan ide tentang pasangan keledai-sapi jantan sebagai tim penarik bajak.
-
13 - 13written by dari berbagai sumberEnset (Ensete ventricosum) menyerupai tanaman pisang yang menyumbang secara signifikan terhadap kestabilan persediaan pangan terutama di Ethiophia. Di tahun 1992, ketika tanaman padi mengalami kerusakan di mana-mana, petani Ethiophia terhindar dari bahaya kelaparan karena keberadaan enset. Selain sebagai sumber karbohidrat, bagian lain dari tanaman ini juga berfungsi sebagai bahan bakar, saringan, obat-obatan dan pakan ternak.
-
14 - 18written by Syafruddin Ngulma SimeulueAkhir tahun 1999, Yayasan Peduli Indonesia mulai program uji coba pengembangan teknologi lokal untuk pupuk dan pestisida organik di Desa Padusan, Kec. Pacet, Kab. Mojokerto yang kemudian diikuti oleh desa lain di sekitarnya. Namun, keberhasilan program tidak mempunyai dampak signifikan terhadap kebijakan pembangunan pertanian di Mojokerto. Hal ini mendorong YPI untuk bekerjasama dengan VECO Indonesia agar kebijakan tentang pertanian berkelanjutan dapat dituangkan dalam peraturan daerah (Perda). Salah satu potensi pangan selain beras di Indonesia adalah buah sukun. Beberapa daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah menjadikan buah ini sebagai pangan alternatif terutama saat paceklik. Adanya kandungan asam amino esensial membuat sukun memiliki prospek cerah sebagai bahan dasar berbagai produk olahan seperti roti dan aneka makanan bayi yang selama ini banyak terbuat dari tepung terigu impor. Pada saat hutan di Indonesia berangsur-angsur lenyap, lahan yang diselimuti alang-alang bertambah terus. Peneliti Indonesia, Murniati, telah mengembangkan dan menerapkan suatu teknik untuk mengubah alang-alang menjadi ekosistem wanatani yang produktif.
-
19 - 19Pertanian Masa Depan: Pengantar untuk Pertanian Berkelanjutan dengan Input Luar Rendah. Oleh Coen Reintjes, Bertus Haverkort dan Ann Waters-Bayer. Buku ini membantu pembaca merefleksikan cara-cara yang sedang diterapkan untuk mengembangkan atau mengalihkan teknologi pertanian sehingga dapat lebih memberikan kontribusi pada munculnya bentuk-bentuk pertanian berkelanjutan.
-
20 - 20written by dari berbagai sumberMajalah ILEIA (Centre for Information on Low External Input and Sustainable Agriculture) yang terbit sejak tahun 1984, kini dapat diperoleh dalam beberapa bahasa. La Revista de Agroecologica yang diterbitkan di Peru telah mencapai 4000 lebih eksemplar. LEISA India, yang diterbitkan oleh AME, Bangalore menyajikan artikel tidak hanya dari regional tetapi juga internasional. Untuk versi bahasa Indonesia, ada SALAM yang terbit sejak Desember 2002. Keluarga LEISA yang terakhir adalah La Revue yang terbit pada bulan Mei tahun 2003. Kerja sama yang erat antara majalah LEISA internasional dan regional diharapkan mampu memfasilitasi perkembangan dan penyebaran tentang pertanian berkelanjutan di dunia.
