Personal tools
Log in
Personal tools
Log in
Recently visited
You are here: Home Magazines Indonesia 19 - Bagaimana Petani Berorganisasi

19 - Bagaimana Petani Berorganisasi

(In Indonesian) Farmer Organisations for Learning. This edition reviews the process of learning, information exchange and mutual evaluation amongst farmers and other extension bodies. This process will naturally provide a strong impact on farmer learning processes.

Gaga dyke is a tradition of farmers in the Eastern District Lio, Ende, East Nusa Tenggara. Villagers are working in a garden on a voluntary basis, offering mutual help. These activities aim to lighten the load of fellow members of the group in garden activities, such as clearing, weeding, harvesting, and transporting the harvest from the garden to the house.

Gaga dyke is one way to bind members of the group. Learning processes from farmer to farmer can be passed on efficiently. The process of learning, information exchange, and mutual evaluation will naturally have a strong impact on farmer learning processes.

Table of contents:

  • 2 - 3
  • 4 - 5
    Sebatang lidi bisa dengan mudah dipatahkan tetapi ketika sejumlah lidi dikumpulkan dan diikat menjadi sapu, lidi-lidi itu menjadi kuat dan bisa memberi manfaat lebih banyak daripada sebatang lidi.
  • 6 - 9
    Peran pasar yang berfungsi baik dalam pembangunan kini telah umum diakui, meski tetap ada tantangan untuk membuat pasar semacam itu bermanfaat bagi kaum miskin maupun lingkungan.
  • 10 - 11
    Gaga gili merupakan tradisi petani di Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, dalam mengerjakan kebun secara sukarela dan gotong royong. Kegiatan bergilir dalam kelompok-kelompok komunitas kampung ini bertujuan membantu meringankan pekerjaan sesama anggota kelompok dalam kegiatan kebun.
  • 12 - 14
    “Melalui La Vía Campesina kita belajar bahwa kita bukan satu-satunya yang sedang berjuang. Globalisasi telah berarti pemiskinan mayoritas komunitas..\"
  • 15 - 17
    Bertepatan dengan peringatan “Hari Pangan Sedunia” tanggal 9—16 Oktober 1990 di Desa Ganjuran, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, diselenggarakan seminar aksi sosial se-Asia. Seminar ini mencetuskan Deklarasi Ganjuran sekaligus menandai kelahiran Paguyuban Tani Hari Pangan Sedunia (HPS).
  • 18 - 19
    Negara Bagian Lagos kerap disebut pusat perdagangan untuk negara itu dan wilayah Afrika Barat. Terletak di Nigeria Barat Daya dan meliputi zona hutan hujan tropis yang lembab, Lagos mempunyai 180 km garis pantai dan 3.577 km2 daratan.
  • 20 - 22
    Sejak usainya penjajahan Belanda, sekitar 2.027 kepala keluarga dari Desa Pagak, Sempol, dan Sumberkerto di Kecamatan Pagak serta Desa Bantur, Karangsari, dan Pringgondani di Kecamatan Bantur, Malang, Jawa Timur, mengolah lahan bekas kebun kopi dan karet peninggalan Belanda.
  • 23 - 25
    Distrik San Luis terletak di dataran tinggi Andes, sekitar 385 km sebelah utara Lima, ibukota Peru. Seluruh distrik berada pada ketinggian sekitar 3.800 meter di atas permukaan laut. Kemiskinan menyebar luas di sana.
  • 26 - 28
    Selandia Baru sering dianggap negeri hijau subur yang diselimuti semak-semak, padang rumput, dan pegunungan bersalju. Anggapan ini memang benar, tetapi ada juga daerah-daerah yang sangat kering. Salah satunya adalah Marlborough bagian timur, di utara Pulau Selatan Selandia Baru.
  • 29 - 30
    Lembah Malabing terletak di timur laut Sierra Madre Corridor, Nueva Vizcaya, Filipina. Produksi jeruk telah berjalan intensif di daerah ini sejak petama diperkenalkan pada awal 80-an, ketika jagung dan padi masih menjadi tanaman utama.
  • 31 - 33
    Meski berada di Pegunungan Batukaru, sawah petani Desa Wongaya Gede, Penebel, Tabanan, tidak terlalu produktif. Petani lokal hanya bisa memanen paling banyak 33 tegen (sekitar 900 kg) gabah basah tiap tahun dari sawah seluas 60 are.
  • 34 - 34
    IPPHTI merupakan organisasi Jaringan Petani PHT, yaitu petani yang berupaya menghindari penggunaan pestisida dalam proses budi daya tanamannya serta menjunjung tinggi pemberdayaan petani dan keseimbangan lingkungan. JPLS beranggotakan kurang lebih 500 petani yang tersebar di 6 desa dan 3 kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sebagai organisasi petani yang relatif muda, JPLS mencoba mewujudkan cita–citanya, yaitu terwujudnya wirausaha tani yang sejahtera di Kawasan Lereng Semeru.
  • 35 - 35
    Cerita-cerita keberhasilan komunitas mengorganisasi diri dalam penyebaran informasi tersurat dalam buku Media Rakyat, Mengorganisasi Diri Melalui Informasi terbitan Combine Resource Institution Yogyakarta. Dalam buku “Revitalisasi Subak dalam Memasuki Era Globalisasi”, Windia menyatakan bahwa di Bali sektor pertanian terkait erat dengan sistem subak, karena subak mengelola sistem irigasi sektor pertanian, serta mengatur pola dan jadwal tanam.
  • 36 - 36
    Topik Majalah SALAM no. 20 (edisi September 2007) - Benih dan Bibit Tanaman Tulisan Anda ditunggu selambat-lambatnya 1 Agustus 2007. Topik Majalah SALAM 21 (Edisi November 2007) - Pertanian Berkelanjutan dengan Input Luar Rendah dan Perannya Bagi Kesehatan Tulisan Anda ditunggu selambat-lambatnya 1 September 2007
Document Actions
  • Print this Print this