Personal tools
Log in
Personal tools
Log in
Recently visited
You are here: Home Magazines Indonesia 17 - Mengembangkan Pengetahuan

17 - Mengembangkan Pengetahuan

(In Indonesian) Farmers Enrich their Knowledge. This edition addresses the importance of involving farmers in the research process.

Research and development of knowledge in agriculture is generally carried out by research institutions and scientists. While some reseachers seek farmers' involvement, most researchers carry out their work without the farmers' involvement.  Through many years experiences, farmers also find innovations that solved certain problems. These discoveries should also be tested and prooved scientifically.

Table of contents:

  • 1 - 1
  • 2 - 3
  • 4 - 5
    Pengembangan pengetahuan, khususnya LEISA, perlu mendapat perhatian terus menerus. Para petani yang telah berkecimpung di dalamnya perlu didukung dengan mengupayakan terjadinya proses berbagi informasi dan pengalaman LEISA di antara petani dengan berbagai pihak terkait. Upaya ini sekaligus diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi petani, sekaligus membuat pertanian menjadi lebih berkelanjutan bagi keberlangsungan hidup kita semua.
  • 6 - 8
    Inovasi lokal perlu lebih diperhatikan lagi. Demikian kesimpulan yang diperoleh dalam fase pertama proyek yang diadakan oleh The Africa RiceCenter (WARDA). Bersama mitranya, WARDA menyelenggarakan kegiatan untuk mendokumetasikan dan mengabsahkan inovasi-inovasi lokal yang unggul, terutama bagi petani kecil yang selama ini memiliki akses terbatas pada sumber daya. Hal ini penting agar inovasi-inovasi tersebut bisa diserap petani kecil. Sebagian inovasi lokal inipun mendapat pengakuan dan penghargaan, sehingga kemudian terdaftar dan terintegrasi dalam agenda penelitian formal.
  • 9 - 11
    Daun ubi jalar bagi masyarakat di Mamasa, Sulawesi Barat sering disebut sayur babi. Daun ini paling umum digunakan sebagai pakan babi, ternak yang biasa dipelihara oleh masyarakat ini. Karena kebiasaan masyarakat mengkonsumsi umbi-umbian memudar, semakin sulit mendapatkan ubi jalar di Mamasa dan pakan babi pun semakin sulit didapatkan. Petani di Desa Minake dan Balla Tumuka dibantu oleh sebuah LSM melakukan penelitian partisipatif untuk menyeleksi jenis ubi jalar dengan tingkat produksi daun tinggi, mudah dipanen dan sesuai dengan kondisi setempat. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak lain, yang mendiskusikan peran masing-masing serta membuat kesepakatan sejak awal kegiatan. Selain mendapatkan jenis ubi jalar dengan produksi daun dan batang paling cocok, berbagai tindak lanjut dari berbagai pihak yang terlibat menjadi hasil yang tak kalah penting dari penelitian partisipatif ini.
  • 12 - 13
    Pengelolaan peternakan yang buruk tidak hanya menurunkan produktivitas, namun juga berisiko menurunkan kualitas lingkungan. Permasalahan ini dihadapi oleh peternak di daerah El Petén, yang merupakan daerah pertanian penting di Guatemala, Amerika Tengah. Pada 2003, sebuah proyek dengan pendekatan partisipatif pun dilakukan. Peternakan menjadi “tempat belajar” bagi peternak, peneliti dan teknisi lapangan. Mereka menemukan dan belajar teknologi sesuai dengan daerahnya. Yang tak kalah menarik adalah peran anak-anak petani membantu orangtuanya (yang kebanyakan buta huruf) dalam pencatatan pemantauan di lapangan. Diskusi antara orangtua dan anak sering terjadi sehingga memperlancar transfer pengetahuan antargenerasi.
  • 14 - 16
    Waduk Sermo di Kulonprogo, Yogyakarta terancam fungsinya akibat sering terjadinya tanah longsor di kawasan ini. Masyarakat desa di sekitar kawasan tidak menerapkan pola terasering di lahan budidayanya, sehingga tanah menjadi sangat labil dan mudah erosi. Sejak 2001 masyarakat Desa Hargowilis bersama Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan Universitas Gadjah Mada (PSPK-UGM) dan Balai Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA) Sermo melakukan upaya-upaya menjaga kelestarian lingkungan sekitar waduk tersebut. Sebuah komitmen bersama dicapai, salah satunya dengan membudidayakan vanili. Budidaya vanili akhirnya berkembang secara swadaya masyarakat. Hasil evaluasi tahun 2006 menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memadukan peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan konservasi lahan melalui penanaman vanili ini dinilai berhasil.
  • 17 - 19
    Kurangnya pakan dan penyakit ternak merupakan permasalahan yang kerap dihadapi peternak. Tidak semua peternak mengetahui dan menguasai teknologi untuk mengatasi masalah ini. Ketika peternak di Yunnan, China mengalami kesulitan ini, mereka akhirnya melakukan uji coba partisipatif untuk mencari teknologi yang cocok dan relevan secara lokal. Para peternak melakukan uji coba menanam rumput untuk pakan ternak dan uji coba mencari obat preventif bagi ternak dibantu oleh LSM dan pemerintah. Kerja sama dengan berbagai pihak ini akhirnya membuahkan peningkatan dukungan pemerintah terhadap proses uji coba yang dilakukan petani serta dukungan terhadap pengembangan peternakan oleh petani.
  • 20 - 21
    Evelyna Tibemanya, seorang petani perempuan di Uganda berhasil membuat larutan berasal dari tanaman polong-polongan sebagai pembasmi kutu pada ternak babinya. Inovasi ini merupakan hasil kejeliannya mengamati proses di lahan pertaniannya dan kehidupan sehari-hari serta melakukan percobaan. Dia membagikan pengalaman dan melatih petani lain untuk membuat dan menggunakan larutan ini. Penyebaran pengalamannya cukup lancar karena rumahnya digunakan sebagai perpustakaan komunitas. Inovasi petani kecil seperti Evelyna Tibemanya didukung oleh PROLINNOVA-Uganda, yang mempromosikan inovasi lokal dalam pertanian. Setelah terlibat dalam program PROLINNOVA-Uganda, para pembuat keputusan menyadari pentingnya pengembangan inovasi partisipatif dan inovasi lokal. Tidak hanya itu, inovasi lokal dan pengembangan inovasi partisipatif mulai diperkenalkan di kalangan akademisi di universitas untuk dijajagi menjadi bagian dari kurikulum.
  • 22 - 24
    Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pertanian seharusnya dikembangkan untuk menjawab kebutuhan petani. Yang diperlukan bukan penyeragaman pendekatan penelitian ataupun prosedur baru yang harus diikuti secara patuh oleh semua pelaku siklus pengembangan pengetahuan dan teknologi, namun ruang bagi terbukanya dialog sehingga semua pihak bisa belajar dan berkembang bersama. Inilah kondisi yang coba dikembangkan oleh Kelompok Tani Kentang Pangestu bersama CIP, YPPSE dan Mitra Tani. Kolaborasi ini menghasilkan pemahaman bersama terhadap masalah yang dihadapi petani dan menemukan solusinya untuk kepuasan bersama.
  • 25 - 27
    Pada Maret 2006 berbagai stakeholder pertanian organik di Tanzania bertemu untuk membahas pengembangan pertanian organik lebih lanjut di negeri tersebut. Pertemuan berbentuk workshop tersebut memaparkan bagaimana membebaskan proses kreatif dengan metodologi partisipatif, memberikan ide-ide untuk mendesain pertemuan-pertemuan interaktif yang memungkinkan orang menganalisis situasi mereka, membangun visi masa depan yang diinginkan, dan membuat strategi untuk perubahan.
  • 28 - 30
    Bertukar informasi dan pengalaman bisa dilakukan dalam pameran. Seperti yang terjadi dalam pameran pertanian yang bertajuk “Agricultural Technologies and Marketing Strategy Exhibition” di Ethiopia. Dalam acara tersebut para petani maupun berbagai pihak dalam penelitian dan pengembangan memamerkan berbagai inovasi lokal dan modern terkait pertanian, sambil berbagi informasi dan pengalaman. Artikel ini menggambarkan beberapa inovasi lokal yang dipamerkan dan bagaimana petani serta orang lain yang terlibat dalam penelitian dan pengembangan mempunyai tingkat ketertarikan dan pandangan yang berbeda mengenai teknlogi lokal dan modern.
  • 31 - 33
    Ketika kehidupan masyarakat perdesaan di lembah hutan Amazon di Peru menjadi sulit, mereka kekurangan gizi dalam makanannya sehari-hari. Sebuah LSM membantu mereka menemukan sumber protein alternatif. Pada awalnya tiap keluarga mendapatkan beberapa ekor ayam untuk dipelihara sebagai sumber protein. Sayangnya sebagian besar unggas musnah karena serangan penyakit. Upaya berikutnya adalah dengan menanam buncis. Untuk menjaga tanaman buncis ini, beberapa keluarga melakukan uji coba pengendalian hama dengan pengembangan teknologi partisipatif. Pihak universitas lokal yang berpengalaman melakukan kajian pengendalian hama pun dilibatkan dalam uji coba ini. Uji coba ini tidak berjalan sesuai yang direncanakan karena beberapa kesulitan yang dihadapi. Namun demikian, pengalaman dari uji coba tersebut menjadi pembelajaran penting bagi peserta, LSM dan universitas.
  • 34 - 34
    - Aliansi Petani Indonesia (API) - Gita Pertiwi
  • 35 - 35
    - Dialog Peradaban dan Revitalisasi Pertanian Buku ini menghimpun semangat, antusiasme, hasrat dan ide-ide besar dari 45 penulis terkemuka dari berbagai disiplin ilmu: lintas ilmu – agama – budaya – profesi, untuk membahas “revitalisasi pertanian”. - Hutan Kaya Rakyat Melarat, Penguasaan Sumber Daya dan Perlawanan di Jawa Buku yang ditulis oleh Nancy Lee Peluso ini menguraikan sejarah kebijakan kehutanan negara yang dirancang untuk mengendalikan dan mengawasi penggunaan kawasan hutan, jenis pohon tertentu, tenaga kerja dan ideologi di Jawa, serta tanggapan penduduk desa hutan terhadap pengendalian yang diterapkan, sejak zaman prakolonial hingga masa kini.
Document Actions
  • Print this Print this