14 - Pertanian dalam Transisi
(In Indonesian) Agriculture in Transition In Indonesia, agriculture experienced three phases of development. Initially, our ancestors developed agriculture with a simple pattern and synergy with nature.
In the 70s the government, keen to develop agriculture with high external inputs (fertilizers and chemical pesticides), pursued higher production.
Table of contents:
-
1 - 1
-
2 - 3
-
4 - 5Pertanian di berbagai tempat saat ini sedang mengalami transisi. Di Indonesia, pertanian mengalami tiga fase perkembangan. Awalnya, leluhur kita mengembangkan pertanian dengan pola yang sederhana dan bersinergi dengan alam. Walaupun tidak dipungkiri sistem tebas bakar juga merupakan salah satu pola yang dikembangkan saat itu. Lalu, sejak era 70-an pemerintah giat mengembangkan pertanian dengan input luar yang tinggi (pupuk dan pestisida kimia) untuk mengejar produksi tinggi. Saat ini, pertanian sedang berkembang menuju arah yang lebih ramah lingkungan. Penerapan pertanian yang lebih ramah pada petani kecil dan lingkungan menjadi penunjuk jalan bagi berkembangnya pertanian yang berkelanjutan. SALAM edisi kali ini akan mengupas pengalaman proses transisi pertanian ke arah yang berkelanjutan. Proses transisi ini tidak saja dilakukan petani yang merupakan aktor utamanya. Ada berbagai pihak yang turut berperan dalam perubahan yang terjadi (transisi ) dalam pertanian ini. Links: - Yayasan Cindelaras Paritrana - FIAN (The Foodfirst Information and Action Network) - IMO (The Institute for Marketecology)
-
6 - 7
-
8 - 11written by Kuntoro Boga AndriUsaha tani merupakan kegiatan dinamis. Berbagai perubahan terjadi, baik karena tekanan dari luar maupun sebagai bentuk kreativitas masyarakat setempat. Demikian pula dengan masyarakat pertanian (sawah) di Kab. Tulungagung, Jawa Timur. Dinamika yang terjadi selama kurun waktu 1990-2000 menunjukkan telah terjadi pergeseran orientasi usaha tani. Telah terjadi trend penurunan yang sangat tajam dalam usaha tani tanaman pangan serta terjadinya peningkatan yang signifikan dalam usaha peternakan.
-
12 - 14written by JuniatiSebagai salah satu daerah terpencil di Kab. Manggarai, Desa Satar Ruwuk telah mengalami perjalanan panjang dalam usaha pertaniannya. Praktek tebas bakar dan ladang berpindah yang dulunya menjadi keseharian masyarakatnya, kini telah berganti dengan praktek pertanian berkelanjutan. Beragam jenis komoditas telah diusahakan, mulai dari jambu mete, kopi, kakao, vanili, pisang hingga kemiri. Kelompok petani perempuannya juga aktif mengembangkan sayuran dan tanaman obat keluarga.
-
15 - 17written by Hery ChristantoIgnasius Seni, seorang petani dari Desa Wolosoko, Ende mulai mengembangkan pola kebun menetap di lahannya. Pola tebas bakar yang dulu dilakoninya disadari tidak mampu menjamin kehidupan keluarga untuk jangka panjang. Perubahan strategi bercocok tanam yang ia lakukan membuat kesuburan tanahnya meningkat. Banyak pelajaran yang dipetik dari usaha taninya. Pemasaran menjadi salah satu tantangan yang dihadapi bersama petani lain di daerahnya.
-
18 - 19written by St. MuharjoSaat ini bermunculan kelompok-kelompok tani yang bergerak dalam pertanian berkelanjutan. Seperti Paguyuban Tani Kembang Lestari yang ada di Dusun Kembangkerep, Bantul. Paguyuban yang kini telah beranggotakan 40 orang ini bertekad untuk menjalankan pertanian yang ramah lingkungan, yang mereka sebut dengan Pertanian Lestari. Ada satu pengalaman menarik yang mereka alami. Pada tahun 1996 petani Kelompok Kembang Lestari menanam padi varetas mentik putih di lahan seluas 1000 m2. Menjelang panen terjadi serangan hama wereng cokelat. Sebagian besar lahan di sekitarnya terserang hama tersebut. Namun, areal sawah milik Petani Kembang Lestari tidak terserang sedikit pun.
-
20 - 22written by Maria Hethy Luo MosaKemarau panjang telah menjadi ciri khas alam NTT. Tidak heran bila kelaparan akibat gagal panen seringkali menghantui warga masyarakat daerah ini. Namun, bagi Kelompok Tani Taan Tou kelaparan bukanlah kata yang menyeramkan. Beragam usaha mereka lakukan untuk keberlanjutan usaha taninya. Mulai dari upaya konservasi air hingga perbaikan pola bertani. Hingga mereka pun bisa bertahan. Buktinya, mereka terbebas dari kelaparan ketika kelaparan akibat gagal panen menimpa hampir seluruh kabupaten di NTT pada tahun 2005 lalu.
-
23 - 25written by Johan A.S.Transisi pertanian menuju pertanian yang lebih berkelanjutan mensyaratkan kekuatan aktor perubahan (petani) dalam melakukan siklus usaha tani secara simultan, dengan didukung berbagai pihak untuk membangun kemandirian dan keberlanjutan proses. Adalah Kelompok Kalijambe dan Sido Rukun 3, dari Lumajang, Jawa Timur, yang mengalami berbagai tantangan dalam transisi tersebut. Kelompok Kali Jambe dengan beras organiknya dan Kelompok Sido Rukun 3 dengan usaha tani kopi, pisang dan kambingnya.
-
26 - 27written by Riniaty Liku BulawanPak Beslar adalah salah seorang motivator untuk pengembangan pertanian berkonsep PB di Tana Toraja. Bersama motivator-motivator lainnya mereka menyosialisasikan hasil uji cobanya ke masyarakat desa dampingannya. Contoh nyata lewat kebun para motivator mulai menyadarkan petani dan masyarakat desa umumnya tentang pentingnya pertanian PB dan produk yang dihasilkan. Pak Beslar menyadari bahwa proses ini membutuhkan waktu, apalagi dengan kebiasaan instant (pupuk dan pestisida kimia) yang selama ini membuat sebagian petani manja. Dengan uji coba intensif bersama petani dampingannya, ia secara bertahap mengajak petani beralih ke pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
-
28 - 58written by Sabirin , Syahnen PaneSebagai komoditas yang cukup menjanjikan, kakao telah menjadi sumber penghasilan bagi 89,7 persen penduduk di Desa Lubuk Palas, Sumatera Utara. Kakao diperkenalkan pertama kali di desa ini pada tahun 70-an. Sejak itu berbagai tantangan mulai menghampiri para petani yang mengusahakannya. Persoalan hama dan pemasaran kakao mampu mereka atasi dengan baik lewat SL-PHT Kakao dan kerja sama dengan berbagai pihak. Walaupun usaha merintis pasar yang lebih luas menjadi tantangan berikutnya, dinamika yang terjadi dalam usaha kakao rakyat di Lubuk Palas patut dijadikan pelajaran berharga bagi petani dan pihak-pihak terkait lainnya. Hal ini penting artinya untuk membangun usaha kakao rakyat yang kokoh dan berkelanjutan.
-
32 - 34written by Hendrikus A.M. GegoDi masa lalu, kehidupan masyarakat di Desa Humusu A, Timor Tengah Utara, cukup sulit. Untuk kelangsungan hidupnya, mereka bermukim berpindah-pindah. “Hingga tahun 1960-an, kami masih tinggal di hutan,” ungkap Pak Vester, salah seorang petani dari desa ini. Petani selalu melakukan tebas bakar dan kebun berpindah. Kehidupan masyarakat desa ini mulai berubah sejak Yayasan Mitra Tani Mandiri mendampingi desa tersebut pada tahun 1991. Sejak berkebun tetap, Pak Vester bersama petani lain di desanya mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Kelaparan yang dulu sering mengancam warga pun kini tinggal kenangan.
-
35 - 35Merajut Harapan di Puncak-puncak Bukit, Kehidupan Petani Hutan di Pegunungan Menoreh Buku yang merupakan kumpulan tulisan dari tujuh penulis ini memaparkan tentang hasil penelitian dan pengalaman para penulisnya ketika mendampingi petani di Pegunungan Menoreh. Buku ini mencoba meneropong hutan rakyat dengan kompleksitasnya dari berbagai aspek. Membangun Karakter Petani Organik Sukses dalam Era Globalisasi Buku ini memaparkan tentang pentingnya menerapkan pertanian organik dengan meninjau dari berbagai aspek yang terkait satu sama lain, baik faktor internal maupun eksternal petani. Buku yang ditulis oleh para praktisi pertanian organik di Indonesia ini patut dijadikan referensi untuk suksesnya pengembangan pertanian organik.
-
36 - 36written by Ni Made Budi UtamiSebagai sentra produksi sayur-mayur di Bali, Kec. Baturiti, Tabanan masih didominasi oleh pertanian nonorganik. Adalah Kelompok Tani Kanti Sembada di salah satu dusun di daerah ini yang mulai giat mengembangkan sayuran organik. Dengan integrasi tanaman dan ternak lewat teknologi pupuk kascing, kini mereka dapat memperoleh peningkatan hasil sebesar 20-30 persen dibandingkan dulu saat masih menerapkan pola konvensional. Bahkan 4 dari 12 komoditas yang diusahakan sudah murni organik.
